Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbedaan Kapak Genggam dan Kapak Perimbas

Kompas.com - 24/05/2024, 16:00 WIB
Ini Tanjung Tani,
Widya Lestari Ningsih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kapak perimbas dan kapak genggam merupakan dua alat yang digunakan oleh manusia purba untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Kedua alat ini ditemukan di wilayah-wilayah Asia Tenggara, termasuk di daerah-daerah Indonesia.

Berikut perbedaan kapak genggam dan kapak perimbas.

Baca juga: Kapak Persegi: Fungsi, Lokasi Penemuan, dan Jenisnya

Perbedaan Zaman

Kapak perimbas dan kapak genggam sama-sama digunakan oleh manusia purba pada masa berburu dan mengumpulkan makanan.

Dua alat ini juga sama-sama diciptakan oleh manusia purba jenis Pithecanthropus.

Namun, kapak perimbas digunakan pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana, yaitu pada akhir Pleistosen hingga permulaan Holosen.

Sedangkan kapak genggam digunakan pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, yang diperkirakan terjadi pada masa Pleistosen Tengah (pasca-Pleistosen).

Baca juga: Fungsi Kapak Perimbas pada Masa Lalu dan Sekarang

Perbedaan Bentuk

Kapak perimbas memiliki bentuk konveks (cembung) dan ada yang berbentuk lurus, yang diperoleh dari hasil pemangkasan pada salah satu pinggiran batu.

Kapak perimbas masih sangat kasar dan terdapat kulit batu yang menempel di permukaannya.

Berbeda dengan kapak genggam yang sudah memiliki bentuk lebih halus dan tajam.

Kapak genggam berbentuk runcing dengan bagian kulit batu digunakan sebagai tempat berpegang.

Selain itu, kapak genggam juga dibuat dari sebuah batu serpih yang ukurannya besar. Batu yang digunakan biasanya berupa batu andesit.

Baca juga: Apakah Kapak Penetak Sama dengan Kapak Perimbas?

Persebaran

Kapak perimbas tersebar di wilayah-wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur, seperti China, Myanmar, dan Indonesia.

Sedangkan kapak genggam tersebar di wilayah-wilayah Asia Tenggara, seperti Vietnam, Kamboja, Laos, Thailand dan Semenanjung Malaya.

Nama lain kapak perimbas adalah chopper, sedangkan kebudayaan kapak genggam dinamakan pebble culture.

Di Indonesia kapak genggam ditemukan di Sumatera (sepanjang timur pantai Sumatera bagian utara).

Kapak genggam Sumatera dinamakan Sumatralith dan diduga berasal dari kawasan Asia Tenggara yang tersebar melalui Semenanjung Malaya.

Baca juga: Kapak Lonjong: Ciri-ciri, Lokasi Penemuan, dan Fungsinya

 

Referensi:

  • Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. (2019). Sejarah Nasional Indonesia Zaman Prasejarah di Indonesia (7th ed.). Jakarta: Balai Pustaka.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fatimah Hasan Delais, Pujangga dengan Nama Pena Hamidah

Fatimah Hasan Delais, Pujangga dengan Nama Pena Hamidah

Stori
Kejayaan Milan pada Masa Renaissance

Kejayaan Milan pada Masa Renaissance

Stori
Göbekli Tepe, Kuil Tertua di Dunia

Göbekli Tepe, Kuil Tertua di Dunia

Stori
Panitia Perancang UUD: Tugas, Ketua, Anggota, dan Hasil Kerja

Panitia Perancang UUD: Tugas, Ketua, Anggota, dan Hasil Kerja

Stori
Mitreka Satata, Kemitraan ala Kerajaan Majapahit

Mitreka Satata, Kemitraan ala Kerajaan Majapahit

Stori
Sejarah Kemerdekaan Malaysia

Sejarah Kemerdekaan Malaysia

Stori
Biografi KH Abdullah Abbas, Ulama Karismatik dan Pejuang Kemerdekaan

Biografi KH Abdullah Abbas, Ulama Karismatik dan Pejuang Kemerdekaan

Stori
Tragedi Tenggelamnya KMP Gurita di Aceh

Tragedi Tenggelamnya KMP Gurita di Aceh

Stori
Pembubaran Negara Pasundan

Pembubaran Negara Pasundan

Stori
6 Tokoh Kebangkitan Nasional yang Muncul dari Program Politik Etis

6 Tokoh Kebangkitan Nasional yang Muncul dari Program Politik Etis

Stori
Marpangir, Tradisi Mandi Rempah Jelang Ramadan

Marpangir, Tradisi Mandi Rempah Jelang Ramadan

Stori
Athena, Dewi Perang Yunani

Athena, Dewi Perang Yunani

Stori
Hasil Akulturasi Budaya Indonesia dan India

Hasil Akulturasi Budaya Indonesia dan India

Stori
8 Perang Paling Mematikan di Abad ke-21

8 Perang Paling Mematikan di Abad ke-21

Stori
Dampak Wabah Black Death bagi Dunia

Dampak Wabah Black Death bagi Dunia

Stori
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com