Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tujuan Tradisi Memanjangkan Leher pada Suku Karen

Kompas.com - 22/02/2024, 20:00 WIB
Widya Lestari Ningsih

Penulis

Sumber Kompas.com

KOMPAS.com - Perempuan Suku Karen dikenal sebagai salah satu suku yang memakai cincin di leher, yang berfungsi untuk memanjangkan lehernya.

Banyak yang mengira bahwa semua perempuan Suku Karen memiliki tradisi memanjangkan leher.

Padahal, suku yang memiliki tradisi memanjangkan leher hanya Suku Karen Padaung.

Suku Karen Padaung merupakan salah satu sub-grup dari Suku Karen Merah yang mayoritas mendiami negara bagian Kayah di Myanmar dan sebagian di bagian utara Thailand.

Lantas, mengapa Suku Karen memanjangkan leher?

Baca juga: Suku Karen, Tidak Semuanya Memiliki Tradisi Memanjangkan Leher

Tujuan tradisi memanjangkan leher Suku Karen

Mulanya, tradisi memanjangkan leher pada Suku Karen bertujuan untuk melindungi perempuan dari harimau.

Tradisi ini kemudian berkembang hingga menjadi tolok ukur kecantikan perempuan Suku Karen.

Cara memanjangkan leher yang dilakukan Suku Karen adalah dengan memasang kalung seperti cincin besar pada leher.

Semakin usianya bertambah, maka cincin di leher pun akan ditambah yang membuat leher terlihat sangat panjang.

Cincin di leher tersebut hanya akan dilepas saat menikah, melahirkan, atau meninggal.

Bukti tertulis mengenai sejarah awal Suku Karen sangat terbatas.

Para ahli umumnya percaya bahwa Suku Karen berasal dari Tibet, Mongolia, atau China, yang bermigrasi ke wilayah Asia Tenggara secara bertahap.

Baca juga: Mengapa Rohingya Dibenci di Myanmar?

Kini, Suku Karen tinggal di Myanmar dan Thailand. Ada pula kelompok-kelompok kecil Suku Karen yang tinggal di India, negara-negara Asia Tenggara, dan menjadi pengungsi di Amerika, Kanada, Australia, dan Eropa.

Suku Karen merupakan suku minoritas, yang tidak luput dari penindasan pemerintah Myanmar.

Oleh sebab itu, tempat tinggal mereka semakin terpinggirkan dan banyak yang harus mengungsi ke negara lain.

Saat ini, sekitar tujuh juta orang Karen tinggal di Myanmar dan sekitar 1,5 juta orang Karen di Thailand.

Sedangkan orang Karen yang menjadi pengungsi jumlahnya ratusan ribu jiwa.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Kompas.com
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com