Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Membangun Kakbah

Kompas.com - 26/06/2023, 16:00 WIB
Widya Lestari Ningsih

Penulis

Sumber Kompas TV

KOMPAS.com - Kakbah adalah bangunan suci di dalam Masjidil Haram di Mekkah, yang dijadikan kiblat salat bagi umat Islam dan tempat tawaf pada waktu menunaikan ibadah haji dan umrah.

Meski terdapat sejumlah pendapat terkait siapa yang membangun Kakbah pertama kali, sejarah Kakbah tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Dalam Al Quran disebutkan bahwa Allah yang memerintah Nabi Ibrahim untuk membangun Kakbah.

Berikut ini kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail membangun Kakbah.

Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Mencari Tuhan

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail membangun Kakbah

Kisah pembangunan Kakbah dimulai ketika Nabi Ibrahim mengunjungi Nabi Ismail di Mekkah setelah Allah memerintahkannya untuk membangun Kakbah.

Salah satu cerita pembangunan Kakbah diriwayatkan oleh Ath-Thabari.

Disebutkan bahwa Sa'id bin Zubair, meriwayatkan dari Ibn Abbas, berkata, "Ketika Ibrahim datang, ia mendapati Ismail sedang membetulkan panahnya di sebelah sumur zamzam."

Nabi Ibrahim menyampaikan maksud kedatangannya kepada sang putra bahwa mereka diperintah oleh Allah untuk membangun sebuah rumah untuk-Nya.

Maka, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail saling tolong-menolong melaksanakan perintah Allah.

Baca juga: Apa Saja Mukjizat Nabi Ibrahim?

Terkait lokasi pembangunan Kakbah yang dipilih Nabi Ibrahim, beberapa riwayat juga menunjukkan perbedaan.

Sebuah riwayat menyatakan angin sepoi-sepoi yang menunjukkan Nabi Ibrahim ke lokasi pembangunan kabah yang seharusnya.

Riwayat ini berpegangan pada cerita Ali bin Abi Thalib, yang mengatakan bahwa, "Sesungguhnya, Allah mewahyukan pada Nabi Ibrahim, 'Bangunlah sebuah rumah untuk'Ku di bumi.' Setelah menerima wahyu itu, Nabi Ibrahim resah, maka Allah menurunkan as-sakinah (ketenangan) yaitu angin yang memiliki dua juru yang salah satu jurunya mengikuti yang lain. Dua juru angin itu berputar-putr di lokasi Baitullah seperti ular melingkar. Lalu, Allah mewahyukan Nabi Ibrahim agar membangun Kakbah di tempat tersebut."

Sedangkan Ath-Thabari meriwayatkan dari Ibnu Ishak bahwasannya Malaikat Jibril yang menuntun Nabi Ibrahim dari Syam menuju Hijaz untuk menunjukkan lokasi yang tepat untuk dibangun Kakbah.

Setelah mendapatkan petunjuk, Nabi Ibrahim membangun Kakbah dan Nabi Ismail yang mengambilkan batu untuknya.

Baca juga: Apakah Hajar Aswad Pernah Dicuri?

Al-Umari meriwayatkan dari Sa'id bin Arubah dari Qatadah bahwasannya ia berkata, "Cerita yang sampai pada kami menyebutkan bahwa fondasi Baitullah berasal dari gua Hira.

Disebutkan juga bahwa bahan untuk membangun Baitullah berasal dari lima gunung, yakni Hira, Lubnan, Al-Judi, Thursina, dan Thurzetta.

Hari demi hari, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bekerja sama menyusun satu baris demi satu baris batu, hingga membentuk kubus dengan tinggi mencapai delapan meter.

Melansir KompasTV, para ahli tafsir berbeda pendapat soal waktu yang dibutuhkan untuk membangun Kakbah.

Situasi di sekitar Ka'bah, di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, kosong dari para jemaah saat diberlakukan sterilisasi, Kamis (5/3/2020). Terkait merebaknya virus corona, Pemerintah Arab Saudi menutup sementara kegiatan umrah dan melakukan sterilisasi di sekitar Ka'bah termasuk lokasi untuk melakukan sa'i di antara Bukit Safa dan Marwah.AFP/ABDEL GHANI BASHIR Situasi di sekitar Ka'bah, di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, kosong dari para jemaah saat diberlakukan sterilisasi, Kamis (5/3/2020). Terkait merebaknya virus corona, Pemerintah Arab Saudi menutup sementara kegiatan umrah dan melakukan sterilisasi di sekitar Ka'bah termasuk lokasi untuk melakukan sa'i di antara Bukit Safa dan Marwah.
Ada yang mengatakan butuh waktu berbulan-bulan, ada pula yang menyatakan hingga beberapa tahun.

Baca juga: Nama 25 Nabi dan Mukjizatnya

Ketika pembangunan Kakbah hampir selesai, Nabi Ibrahim menemukan satu ruang kosong, sehingga memerintahkan putranya untuk mencari batu guna menutup ruang tersebut.

Pada saat Nabi Ismail memenuhi perintah ayahnya, Nabi Ibrahim diberi sebuah batu oleh Malaikat Jibril, yang kemudian dikenal sebagai Hajar Aswad.

Hajar Aswad diletakkan di salah satu sudut Kakbah. Setelah itu, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail melanjutkan pembangunan Kakbah hingga selesai.

Setelah bangunan Kakbah berdiri, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail berdoa kepada Allah.

Hal itu sebagaimana disebutkan dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 127-128, yang artinya "Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan (ibadah) haji kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."

Setelah itu, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menyeru orang-orang untuk berhaji ke Baitullah, hingga datanglah orang-orang untuk memuji Allah.

 

Referensi:

  • Al-Khartabuthli, Ali Husni. (2013). Sejarah Ka'bah: Kisah Rumah Suci yang Tak Lapuk Dimakan Zaman. Jakarta: Turos Khazanah Pustaka Islam.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com