Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa La Karambau Bertolak Belakang dengan Sultan Buton Sebelumnya?

Kompas.com - 24/03/2023, 16:00 WIB

KOMPAS.com – Kesultanan Buton merupakan salah satu kerajaan yang eksis di Sulawesi pada kisaran abad ke-14 hingga paruh kedua abad ke-20 Masehi.

Berkembangnya kesultanan ini juga semasa dengan Kesultanan Gowa di Sulawesi Selatan dan Kesultanan Ternate di Maluku.

Secara peta politik pada saat itu, posisi Kesultanan Buton diapit oleh Kesultanan Gowa dan Kesultanan Ternate, dua kekuatan besar yang sangat bergairah untuk memperluas kekuasaan di Timur Indonesia.

Tidak jarang terjadi pertikaian antara ketiga kesultanan ini, baik antara Gowa dan Ternate yang menjadi rivalitas, maupun kaitannya dengan Buton.

Baca juga: Kapten Buton, Pelaut Sulawesi yang Kecewa dan Meninggalkan Negerinya

Untuk mempertahankan kekuasaan dari kepentingan lain, setiap kesultanan memiliki cara masing-asing dalam menjaga kekuasaaannya, seperti halnya Buton yang bekerja sama dengan VOC Belanda.

Namun, kerja sama antara Kesultanan Buton dan Belanda berangsur merenggang tatkala La Karambauw naik takhta menjadi Sultan Buton ke-20 pada 1751.

La Karambauw tidak mau mengikuti jejak para pendahulunya yang bersedia bekerja sama dengan Belanda.

Lantas, apa yang membuat La Karambauw memiliki sikap bertolak belakang dengan para sultan Buton sebelumnya?

Baca juga: Kisah Rakyat Sonbai yang Menentang Belanda Hingga 3 Keturunan

Hubungan Kesultanan Buton dan Belanda sebelum La Karambauw Naik Takhta

Kesultanan Buton dalam catatan-catatan sejarah, kerap kali mendapatkan label telah berkhianat karena pro terhadap Belanda.

Buton memang menjalin hubungan kerja sama dengan Belanda, baik dari segi keamanan maupun perdagangan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+