Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ikhwal Bulu Mata Palsu, Awalnya Alat Bantu Pekerja Seks

Kompas.com - 02/12/2022, 20:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bulu mata palsu menjadi perlengkapan penting kecantikan perempuan dari dulu hingga masa kini.

Laman sumber bacaan di Kompas.com edisi 25 Oktober 2022 memberikan informasi bahwa Indonesia menjadi pengeksor bulu mata palsu yang patut diperhitungkan.

Membuat bulu mata palsu menjadi lahan pekerjaan bagi banyak orang di Tanah Air.

Baca juga: Kisah Sukses Dewi Ekha, dari Buruh Pabrik hingga Ekspor Bulu Mata Palsu ke 16 Negara

Ikhwal bulu mata palsu memang berangkat dari abad sebelum Yesus lahir alias abad Sebelum Masehi (SM) di kebudayaan Romawi Kuno.

Kala itu, perempuan di Roma punya aturan akhlak berkenaan dengan perzinahan.

Konon, perempuan yang bulu matanya panjang menunjukkan bahwa yang bersangkutan masih suci alias belum pernah melakukan hubungan sebadan sebelum menikah resmi.

Dewi Ekha Harlasyanti salah satu pengekspor bulu mata asal Purbalingga Dewi ekha Dewi Ekha Harlasyanti salah satu pengekspor bulu mata asal Purbalingga

Sebaliknya terjadi dengan perempuan dengan bulu mata pendek.

Pada abad ke-19, bulu mata palsu juga menjadi alat bantu pekerja seks.

Selain untuk menambah daya tarik, bulu mata palsu bagi pekerja seks adalah pelindung mata dari cairan tubuh yang keluar dari tubuh klien saat bersenggama.

Bulu mata palsu

Bulu mata palsu dari brand Lumi BeautyKOMPAS.com/Lusia Kus Anna Bulu mata palsu dari brand Lumi Beauty

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+