Sejarah Supply Chain, Teori yang Terus Berkembang

Kompas.com - 19/10/2022, 20:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Supply chain atau rantai pasok adalah salah satu teori manajemen yang dalam sejarah terus berkembang.

Sumber literatur Supply Chain Management karya Oliver, R. K. dan Webber, M. D. pada 1982 sudah mengisyaratkan bahwa supply chain atau rantai pasok bakal menjadi teori dengan kompleksitas yang kian canggih.

Baca juga: Apa Itu Supply Chain: Pengertian, Manfaat, dan Contoh Prosesnya

Hal yang sama mengenai pengelolaan supply chain atau rantai pasok juga menjadi kajian di dalam karya Chopra S dan Meindl P, pada 2013, berjudul Supply Chain Management: Strategy, Planning and Operation (USA).

Ilustrasi pengaplikasian internet of things dimana alat transportasi terhubung dengan internet.Thinkstock Ilustrasi pengaplikasian internet of things dimana alat transportasi terhubung dengan internet.

Kemudian, bahan bacaan di laman Kompas.com, Grup Kompas Gramedia (KG) tulisan 17 Juli 2021 membahas mengenai supply chain juga.

Tulisan itu menginformasikan bahwa supply chain atau rantai pasok disebut sebagai kunci kesuksesan.

Ilustrasi pemanfaatan teknologi internet of things (IoT), big data analytics, serta artificial intelligence (AI) pada sektor usaha migas Shutterstock/Gorodenkoff Ilustrasi pemanfaatan teknologi internet of things (IoT), big data analytics, serta artificial intelligence (AI) pada sektor usaha migas

Kesuksesan pada segmen ini menunjuk pada arus perpindahan produk yang dimulai dari bahan mentan, pengolahan, pengiriman, sampai dengan ke konsumen atau pembeli akhir.

Secara ringkas, supply chain atau rantai pasok adalah bentuk pengelolaan mulai dari sumber bahan mentah hingga ke tangan kunsumen.

Urutan atau sistem supply chain atau rantai pasok di masa modern juga mencakup mengenai evaluasi kinerja.

Ilustrasi kecerdasan buatan (AI). [Via DW Indonesia]Via DW Indonesia Ilustrasi kecerdasan buatan (AI). [Via DW Indonesia]

Suppy chain atau rantai pasok

Ilustrasiake1150sb Ilustrasi

Di zaman modern dengan kekayaan digitalisasi, peluang memanfaatkan supply chain bahkan bisa berangkat dari e-commerce.

Pada zaman kini, bisnis logistik mampu bertahan karena memanfaatkan teori dan realisasi supply chain atau rantai pasok dan digitalisasi.

Catatan dari tokoh Hendra Yulianto menunjukkan bahwa digitalisasi yang dipergunakan antara lain kecerdasan buatan (AI) dan internet of things (IoT).

Hendra Yulianto yang juga CEO dan pendiri perusahaan rintisan logistik berbasis digital, cargoo.id, mengatakan bahwa AI dan IoT pada bisnis kelolaannya dimanfaatkan untuk 3 hal.

Pertama, E-Logistics Auction.

Pada fitur ini, pemilik bisnis yang memanfaatkan jasa bisa mendapatkan penawaran harga dari banyak vendor dan kemudian menentukan harga dan layanan terbaik.

Kedua, Tanda Terima Pengiriman Digital (TTPD).

Fitur TTPD yang dalam Bahasa Inggris bernama Electronic Proof of Delivery (EPoD) bakal mempercepat pemilik usaha melakukan penagihan kepada pelanggan.

Dampaknya, EPoD bisa mempersehat arus masuk-keluar uang.

Ketiga, supply chain atau rantai pasok memanfaat piranti lunak sebagai layanan atau SaaS.

Aplikasi logistik dalam jaringan (daring) ini berbiaya sangat rendah.

 

Interact IOT (Internet of Things)Kompas.com/Getty Interact IOT (Internet of Things)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.