Sejarah Tembok Ratapan, Bangunan Suci Kaum Yahudi

Kompas.com - 19/08/2022, 08:00 WIB

KOMPAS.com – Tembok Ratapan adalah tembok kapur kuno di Kota Lama Yerusalem yang dianggap penting dan suci oleh kaum Yahudi.

Tembok Ratapan dianggap penting dan suci karena terdiri dari sisa-sisa dinding Bait Suci di Yerusalem yang dibangun oleh Raja Herodes.

Bait Suci tersebut hancur setelah orang-orang Yahudi memberontak ke Kerajaan Romawi pada 70 Masehi.

Sebenarnya, tembok ini memiliki panjang mencapai 485 meter, tetapi setelah hancur hanya tersisa 60 meter.

Baca juga: Holocaust, Pembantaian Jutaan Yahudi oleh Hitler

Sejarah Tembok Ratapan

Tembok Ratapan atau juga disebut sebagai Tembok Barat adalah sisa dari bangunan besar Bait Suci Kedua yang didirikan oleh Raja Israel, Herodes.

Sejarah pendirian Tembok Ratapan diawali dengan pemindahan Tabut Perjanjian berisi 10 Perintah Tuhan yang dibawa oleh Musa, sosok utama dalam agama Yahudi.

Tabut Perjanjian berisi 10 Perintah Tuhan ini diturunkan kepada Musa dalam bentuk narasi keagamaan.

Narasi keagamaan tersebut kemudian kerap dipindahkan di beberapa tempat yang diyakini suci.

Oleh karena itu, Raja Israel, Daud (1002-970 SM), merasa perlu untuk membangun sebuah bait sebagai tempat menyimpan Tabut Perjanjian tersebut.

Akan tetapi, bukan Daud yang membangun sebuah kuil atau bait tersebut, melainkan putranya, Salomo. Pembangunan bait itu selesai pada 957 SM.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.