Mardijkers, Tawanan Belanda yang Berbahasa Portugis

Kompas.com - 10/08/2022, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Mardijkers adalah sebutan umum untuk bekas budak dari Asia dan Afrika yang dimerdekakan.

Kaum ini merupakan sekelompok bekas tawanan perang yang diperoleh VOC setelah menguasasi wilayah jajahan Portugis di India dan Malaka.

Para kaum Mardijkers ini kemudian dibawa ke Batavia dan merdeka setelah memenuhi syarat tertentu.

Baca juga: Alasan Belanda Tidak Mengakui Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Hingga saat ini, keturunan kaum Mardijkers masih tersisa di Jakarta, terutama di Kampung Tugu.

Munculnya Kaum Mardijkers

Kaum Mardijkers ini juga mendapat julukan sebagai Portugis hitam.

Hal itu disebabkan mereka adalah keturunan India, budak Portugis dari Afrika, dan bangsa kulit hitam lainnya.

Biasanya, kaum Mardijkers ini diambil oleh Portugis setelah berhasil menguasai suatu wilayah di Asia dan Afrika.

Ketika Portugis menguasai Asia Tenggara, terutama wilayah Malaka, kaum Mardijkers turut dibawa dan dipekerjakan.

Saat itu, Belanda juga sedang berupaya menguasai wilayah Indonesia. Oleh sebab itu, terjadi persaingan antara Belanda dan Portugis.

Persaingan tersebut kemudian memicu terjadinya konflik militer yang akhirnya dimenangi Belanda.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.