Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebijakan Sultan Agung Selama Memerintah Mataram Islam

Kompas.com - 06/06/2022, 16:00 WIB
Verelladevanka Adryamarthanino ,
Widya Lestari Ningsih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sultan Agung atau yang bernama asli Raden Mas Jatmika memerintah Kesultanan Mataram sejak 1613-1645.

Pada masa kepemimpinannya, Kerajaan Mataram Islam berhasil mencapai punjak kejayaan.

Sultan Agung juga dikenal sebagai raja yang besar perjuangannya dalam melawan bangsa penjajah.

Salah satu upaya Sultan Agung dalam memerangi penjajah adalah dengan menyerang Belanda di Batavia.

Selain perjuangan yang sudah dilakukan oleh Sultan Agung dalam bidang militer untuk melawan Belanda, ia menjadi raja terkenal Kerajaan Mataram Islam karena berbagai kebijakan yang diterapkan.

Lantas, apa saja kebijakan Sultan Agung selama memerintah Kesultanan Mataram?

Baca juga: Mengapa Serangan Sultan Agung ke Batavia Mengalami Kegagalan?

Pembagian tanah

Salah satu kebijakan yang dilakukan oleh Sultan Agung ketika memerintah Mataram Islam adalah melakukan pembagian tanah.

Di Kesultanan Mataram, raja memiliki kewenangan tertinggi dalam pemerintahan, yang berkuasa penuh dalam mengatur segala isi yang ada di wilayah kerajaan.

Dengan besarnya tanggung jawab yang diemban seorang raja, Sultan Agung bersikap bijak dan adil terhadap rakyatnya.

Oleh sebab itu, Sultan Agung membagi tanah berdasarkan lingkaran wilayah kekuasaannya, yaitu:

  • Tanah Narawita: tanah yang ada langsung di bawah kekuasaan raja
  • Tanah Lungguh: tanah yang didistribusikan kepada para bangsawan sebagai tanah gaji
  • Tanah Perdikan: tanah desa yang di dalamnya ada bangunan suci kerajaan seperti tempat ibadah dan makam

Baca juga: Perjuangan Sultan Agung di Batavia

Mendistribusikan tanah

Berdasarkan letak Kesultanan Mataram, Sultan Agung mengatur perekonomian penduduk dengan mengelola tanah yang berpusat pada raja.

Sultan Agung mendistribusikan tanah kepada para bangsawan dengan tujuan agar bisa dikelola dengan baik, terutama untuk pertanian.

Pertanian merupakan aspek terpenting karena menjadi sumber pendapatan masyarakat Mataram Islam pada saat itu.

Apabila kondisi perekonomian baik, maka keberlangsungan pemerintahan juga dapat lebih terjamin.

Selain mendistribusikan tanah, Sultan Agung juga menyediakan forum komunikasi sebagai tempat pembinaan para petani dan prajurit.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com