Sejarah Stasiun Tugu Yogyakarta

Kompas.com - 25/05/2022, 09:00 WIB

KOMPAS.com - Stasiun Tugu atau Stasiun Yogyakarta adalah stasiun di Yogyakarta yang dekat dengan Malioboro.

Selain menjadi stasiun utama di Yogyakarta, stasiun ini memiliki nilai sejarah dan kini telah ditetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya.

Stasiun Tugu pertama kali dioperasikan pada 2 Mei 1887, dan menjadi salah satu tempat pemberhentian kereta tertua di Indonesia.

Berikut ini sejarah Stasiun Tugu di Yogyakarta yang dibangun pada masa penjajahan Belanda.

Baca juga: Sejarah Kereta Cepat di Dunia

Mulai beroperasi pada 1887

Pembangunan Stasiun Tugu seiring dengan berkembangnya alat transportasi kereta api di Jawa, yang dimulai dari pembangunan rel pertama di Semarang pada 1864.

Pembangunan jalur kereta api di wilayah Vorstenlanden (daerah di bawah kekuasaan empat monarki pecahan Kesultanan Mataram) diawali oleh perusahaan milik swasta, Nederland Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).

Awalnya, NISM membangun jalur kereta api yang menghubungkan Semarang dengan Yogyakarta melalui Surakarta.

Tujuan pembangunan tersebut adalah untuk memperlancar distribusi hasil perkebunan yang banyak terdapat di wilayah Vorstenlanden.

Pada 1872, jalur kereta api sudah dampai di Yogyakarta, ditandai dengan diresmikannya Stasiun Lempuyangan pada 2 Maret 1872. 

Setelah itu, muncul perusahaan milik pemerintah, Staats Spoorwegen (SS), yang membangun stasiun di sebelah barat Stasiun Lempuyangan, yang kemudian dikenal dengan nama Stasiun Tugu atau Stasiun Yogyakarta.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.