Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asoka, Raja Kejam yang Berubah Bijaksana dengan Ajaran Buddha

Kompas.com - 17/05/2022, 16:00 WIB
Verelladevanka Adryamarthanino ,
Widya Lestari Ningsih

Tim Redaksi

Konon, dalam invasi ini, hampir 150.000 warga sipil dan tentara terbunuh, hingga membuat Kaisar Asoka merasa muak dengan dirinya sendiri.

Meskipun ia telah memeluk Buddha sebelum hari itu, pembantaian di Kalinga membuat Asoka sepenuhnya bertaubat.

Sejak itu, ia mengabdikan diri sepenuhnya pada agama Buddha, dan bersumpah untuk mempraktikkan antikekerasan.

Selain itu, dalam sebuah legenda diceritakan bahwa Asoka pernah mendirikan ruang penyiksaan yang disebut Neraka Asoka.

Namun, Neraka Asoka inilah yang membawanya bertemu dengan biksu Buddha. Biksu yang mencerahkan Raja Asoka bernama Samudra.

Samudra juga yang menyuruh Asoka untuk membangun 84.000 stupa sesuai dengan ramalan Buddha agar menjamin keamanan seluruh makhluk.

Baca juga: Jalaluddin Akbar, Raja Terbesar Kekaisaran Mughal

Dekrit Raja Asoka

Setelah memegang teguh ajaran Buddha, Asoka menulis serangkaian dekrit yang menjelaskan kebijakan bagi kekaisaran dan mengajak rakyatnya untuk mengikuti teladannya.

Dekrit Raja Asoka diukir di pilar batu setinggi 40-50 kaki dan dipasang di sekitar Kekaisaran Maurya. Puluhan pilar ini bahkan masih bisa ditemukan di India, Nepal, Pakistan, dan Afghanistan.

Dalam dekritnya, Asoka bersumpah untuk merawat rakyatnya seperti seorang ayah dan berjanji kepada orang-orang yang berbicara padanya agar tidak perlu takut lagi.

Raja juga berjanji tidak akan menggunakan kekerasan lagi, tetapi akan melakukan cara yang baik untuk memenangkan hati seseorang.

Kepeduliannya terhadap makhluk hidup juga tampak pada permintaannya untuk menghormati semua makhluk lain, termasuk pelayan.

Asoka mendesak rakyatnya untuk mengikuti pola makan vegetarian dan melarang praktik pembakaran hutan atau limbah pertanian yang mungkin menjadi tempat hidup hewan liar.

Bahkan pada masa pemerintahannya, banteng, bebek liar, tupai, rusa, landak, dan merpati, termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi.

Baca juga: Raja-raja Kesultanan Mughal

Raja Asoka juga sangat peduli dengan masalah peradilan. Ia menujukkan belas kasih dengan melarang hukuman seperti penyiksaan dan hukuman mati.

Meski ia mendesak umatnya untuk mempraktikkan ajaran Buddha, ajaran toleransi Raja Asoka juga sangat terkenal.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Strategi Perang Parit pada Perang Dunia I

Strategi Perang Parit pada Perang Dunia I

Stori
10 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

10 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Stori
Sejarah Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Stori
Peran Adolf Hitler dalam Perang Dunia II

Peran Adolf Hitler dalam Perang Dunia II

Stori
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Umat Hindu Bali

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Umat Hindu Bali

Stori
Alasan Perekonomian Mataram Kuno Tidak Bergantung pada Sektor Maritim

Alasan Perekonomian Mataram Kuno Tidak Bergantung pada Sektor Maritim

Stori
Sejarah Marga Purba

Sejarah Marga Purba

Stori
Penyebab Perang Dunia I

Penyebab Perang Dunia I

Stori
Alasan Kekuasaan Mataram Islam Semakin Surut di Masa Amangkurat I

Alasan Kekuasaan Mataram Islam Semakin Surut di Masa Amangkurat I

Stori
5 Tokoh Pemberontakan DI/TII

5 Tokoh Pemberontakan DI/TII

Stori
Pembebasan Allen Pope, Intel CIA yang Terlibat Permesta

Pembebasan Allen Pope, Intel CIA yang Terlibat Permesta

Stori
Perbedaan Trikora dan Dwikora

Perbedaan Trikora dan Dwikora

Stori
Kisah Kaum Quraisy Ingin Menukar Rasulullah dengan Pemuda Tampan

Kisah Kaum Quraisy Ingin Menukar Rasulullah dengan Pemuda Tampan

Stori
Apakah Tradisi Halalbihalal Dilakukan Nabi Muhammad?

Apakah Tradisi Halalbihalal Dilakukan Nabi Muhammad?

Stori
Rendah Hati atau Rendah Diri

Rendah Hati atau Rendah Diri

Stori
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com