Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbedaan Manusia Purba dan Manusia Modern

Kompas.com - 26/04/2022, 13:00 WIB
Verelladevanka Adryamarthanino ,
Widya Lestari Ningsih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sekitar empat juta tahun lalu, telah hidup manusia purba tertua di dunia.

Seiring berkembangnya zaman, manusia purba mulai berubah menjadi manusia modern, yang dikategorikan dalam golongan Homo sapiens.

Manusia modern adalah manusia yang berkembang dari manusia purba dalam kondisi yang sudah jauh lebih berbeda.

Lantas, apa perbedaan manusia purba dan manusia modern?

Baca juga: Alasan Manusia Purba Memilih Gua sebagai Tempat Tinggalnya

Perbedaan bentuk fisik

Perbedaan manusia purba dan manusia modern dapat dilihat dari bentuk fisik dan non-fisik.

Perbedaan fisiknya dapat dilihat dari bentuk tubuh, kepala, dan warna kulit serta rambutnya.

Bentuk tubuh

Manusia modern diketahui memiliki bentuk tubuh yang lebih ramping dibanding manusia purba.

Hal ini karena manusia modern cenderung menggunakan teknologi dibanding kekuatan fisik dalam memenuhi kebutuhannya.

Sementara manusia purba kebalikannya. Mereka mengandalkan kekuatan fisik karena pada masanya belum dikenal teknologi canggih yang mampu mempermudah aktivitas sehari-hari.

Alhasil, bentuk tubuh manusia purba menjadi lebih kokoh dan kekar karena banyaknya aktivitas fisik yang dilakukan.

Baca juga: Mengapa Manusia Purba Tertua Banyak Ditemukan di Afrika?

Bentuk kepala, wajah, dan hidung

Bentuk tengkorak kepala manusia modern lebih besar dibanding manusia purba. Kapasitasnya, lebih dari 1.000 cc dengan tengkorak kepala atas berbentuk bulat.

Sementara volume otak manusia purba secara umum kurang dari 1.000 cc, dan bentuk tengkorak kepala atas serta bagian belakangnya berbentuk lancip.

Perbedaan bentuk kepala manusia purba dan manusia modern selanjutnya dapat dilihat dari bentuk air muka dan tulang rahang bawah.

Manusia purba memiliki tulang kening yang lebih menonjol dibanding manusia modern. Lalu, bentuk dahi manusia purba juga miring ke belakang, sedangkan dahi manusia modern berbentuk vertikal.

Kemudian, tulang rahang manusia purba berukuran lebih besar dan kuat, dengan bentuk lurus ke depan sehingga tampak tidak berdagu.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Soesalit Djojoadhiningrat, Putra Tunggal RA Kartini

Soesalit Djojoadhiningrat, Putra Tunggal RA Kartini

Stori
Sejarah Pura Kahyangan Tiga di Bali

Sejarah Pura Kahyangan Tiga di Bali

Stori
Sejarah Koperasi di Dunia

Sejarah Koperasi di Dunia

Stori
Sejarah Senam di Dunia

Sejarah Senam di Dunia

Stori
Hindun binti Utbah, Pemakan Hati Paman Rasulullah yang Bertobat

Hindun binti Utbah, Pemakan Hati Paman Rasulullah yang Bertobat

Stori
Kisah Perjuangan RA Kartini

Kisah Perjuangan RA Kartini

Stori
Biografi RA Kartini, Pejuang Emansipasi Perempuan dari Jepara

Biografi RA Kartini, Pejuang Emansipasi Perempuan dari Jepara

Stori
Alasan Masa Bercocok Tanam Dianggap sebagai Tonggak Kemajuan Manusia

Alasan Masa Bercocok Tanam Dianggap sebagai Tonggak Kemajuan Manusia

Stori
Sejarah Pertempuran Selat Sunda

Sejarah Pertempuran Selat Sunda

Stori
9 Kerajaan Islam di Papua

9 Kerajaan Islam di Papua

Stori
Kenapa Tan Malaka Dieksekusi Mati oleh Tentara?

Kenapa Tan Malaka Dieksekusi Mati oleh Tentara?

Stori
Manusia Purba Pertama yang Memanfaatkan Api

Manusia Purba Pertama yang Memanfaatkan Api

Stori
Pengaruh Islam dalam Bidang Seni Tari dan Musik

Pengaruh Islam dalam Bidang Seni Tari dan Musik

Stori
Runtuhnya Kerajaan Yerusalem

Runtuhnya Kerajaan Yerusalem

Stori
Isi Piagam PBB

Isi Piagam PBB

Stori
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com