Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seni Ketoprak: Asal-usul, Fungsi, dan Bedanya dengan Ludruk

Kompas.com - 06/04/2022, 09:00 WIB
Lukman Hadi Subroto,
Widya Lestari Ningsih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketoprak adalah pertunjukan seni rakyat yang menggabungkan antara unsur drama, tari, suara, musik, dan sastra.

Ketoprak merupakan seni pertunjukan rakyat yang berasal dari daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Akan tetapi, waktu dan tempat lahir serta siapa penciptanya belum diketahui secara pasti.

Seni pertunjukan ini kerap disamakan dengan ludruk. Namun, sebenarnya keduanya memiliki banyak perbedaan.

Baca juga: Tarian Suling Dewa, Tari Pemanggil Hujan asal Lombok

Asal seni ketoprak

Mulanya, ketoprak berasal dari permainan yang dilakukan oleh gadis desa ketika bulan purnama.

Permainan dengan irama dan ritme musik yang teratur itu disebut gejogan dan kotekan.

Adapun nama ketoprak diambil dari bunyi alat musik pengiringnya, yang menggunakan lesung (alat penumbuk padi), seruling, terbang, dan kendang.

Alat musik tersebut akan menghasilkan bunyi "dung... dung... prak... prak...", hingga akhirnya disebut ketoprak.

Pada zaman dulu, masyarakat Jawa percaya bahwa dengan memainkan alat musik lesung akan menghadirkan Dewi Sri atau dewi kesuburan ke bumi.

Awalnya, seni pertunjukan ketoprak tergolong sakral karena hanya dimainkan di dalam lingkungan keraton.

Namun, sekitar tahun 1922, pertunjukan ketoprak mulai bisa dinikmati oleh kalangan umum.

Meski bermula di Jawa Tengah, seni pertunjukan ketoprak kemudian berkembang di seluruh wilayah Jawa.

Baca juga: Legenda Dewi Sri dalam Kepercayaan Masyarakat Indonesia

Ciri khas

  • Dialognya menggunakan bahasa Jawa
  • Tema cerita dari dongeng dan legenda Jawa
  • Memiliki alur yang berbeda namun makna aslinya tidak pernah hilang
  • Durasinya sangat lama, minimal empat jam

Fungsi ketoprak

  • Sebagai pelestarian budaya
  • Sebagai sarana media pembangunan
  • Sebagai hiburan
  • Sebagai media kritik sosial
  • Sebagai pendidikan

Baca juga: Asal-usul Ronggeng, Tari Magis dari Jawa

Perkembangan Ketoprak

Keberadaan ketoprak telah mengalami perkembangan seiring dengan berjalannya waktu, sebagai berikut.

Ketoprak Gejog

Diperkirakan ketoprak gejog merupakan awal mula seni pertunjukan ketoprak yang berkembang sekitar tahun 1880-an hingga awal abad ke-20.

Ketoprak ini terwujud dari permainan gadis desa yang diiringi irama lesung ketika bulan purnama.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Strategi Perang Parit pada Perang Dunia I

Strategi Perang Parit pada Perang Dunia I

Stori
10 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

10 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Stori
Sejarah Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Stori
Peran Adolf Hitler dalam Perang Dunia II

Peran Adolf Hitler dalam Perang Dunia II

Stori
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Umat Hindu Bali

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Umat Hindu Bali

Stori
Alasan Perekonomian Mataram Kuno Tidak Bergantung pada Sektor Maritim

Alasan Perekonomian Mataram Kuno Tidak Bergantung pada Sektor Maritim

Stori
Sejarah Marga Purba

Sejarah Marga Purba

Stori
Penyebab Perang Dunia I

Penyebab Perang Dunia I

Stori
Alasan Kekuasaan Mataram Islam Semakin Surut di Masa Amangkurat I

Alasan Kekuasaan Mataram Islam Semakin Surut di Masa Amangkurat I

Stori
5 Tokoh Pemberontakan DI/TII

5 Tokoh Pemberontakan DI/TII

Stori
Pembebasan Allen Pope, Intel CIA yang Terlibat Permesta

Pembebasan Allen Pope, Intel CIA yang Terlibat Permesta

Stori
Perbedaan Trikora dan Dwikora

Perbedaan Trikora dan Dwikora

Stori
Kisah Kaum Quraisy Ingin Menukar Rasulullah dengan Pemuda Tampan

Kisah Kaum Quraisy Ingin Menukar Rasulullah dengan Pemuda Tampan

Stori
Apakah Tradisi Halalbihalal Dilakukan Nabi Muhammad?

Apakah Tradisi Halalbihalal Dilakukan Nabi Muhammad?

Stori
Rendah Hati atau Rendah Diri

Rendah Hati atau Rendah Diri

Stori
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com