Munculnya Gerakan Feminisme Gelombang Pertama

Kompas.com - 01/04/2022, 08:00 WIB

KOMPAS.com - Feminisme dapat diartikan sebagai paham, kajian, atau gerakan sosial yang bertujuan mengangkat strata perempuan di masyarakat atau lingkungan patriarki.

Patriarki sendiri dimaknai sebagai pandangan yang mengutamakan perspektif atau kepentingan laki-laki.

Lahirnya feminisme dilatarbelakangi oleh kesadaran moral kaum perempuan yang tersubordinasi oleh laki-laki.

Gerakan feminisme diharapkan dapat mengakhiri penindasan atau marjinalisasi terhadap perempuan.

Berdasarkan kronologinya, gerakan feminisme terbagi ke dalam beberapa gelombang.

Berikut ini sejarah munculnya gerakan feminisme gelombang pertama.

Baca juga: Peran Perempuan dalam Usaha Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Feminisme Gelombang Pertama

Gerakan feminisme gelombang pertama dimulai pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 di negara-negara Barat.

Pada 1792, tokoh feminis perempuan dari Inggris bernama Mary Wollsstonecraft menulis karya tulis berjudul The Vindication of the Rights of Woman. 

Wollstonecraft menyuarakan hak-hak pendidikan bagi perempuan, yang saat itu tidak memperoleh pendidikan seperti halnya laki-laki.

Ia mengharapkan, dengan pendidikan, perempuan dapat mengembangkan intelegensinya dan menjadi sosok yang lebih mandiri dalam finansial. 

Tidak berhenti di situ, perjuangan feminisme gelombang pertama dilanjutkan oleh Harriet dan John Stuart Mill, yang menyuarakan kesempatan bekerja bagi perempuan dan hak dalam hubungan pernikahan.

Selain itu, gerakan feminisme gelombang pertama fokus pada perjuangan untuk menuntut hak politik perempuan.

Baca juga: Peran Wanita Taman Siswa dalam Melawan Ordonansi Sekolah Liar

Munculnya gerakan feminisme gelombang pertama ini memicu gerakan yang sama dari perempuan di berbagai negara.

Tidak hanya di Inggris, gerakan feminisme gelombang pertama juga berkembang di Amerika, Persia, Jepang, dan Jerman.

Akhir gerakan feminisme gelombang pertama

Gerakan feminisme gelombang pertama baru mampu memberikan kesempatan bagi perempuan kelas menengah atas untuk berkarier.

Gerakan ini mendapat kritik dari kaum patriarki, karena untuk mencapai tujuannya, perempuan masih mengandalkan laki-laki. 

Akhir gerakan feminisme gelombang pertama ditandai dengan adanya perolehan hak politik bagi perempuan. 

Di Amerika Serikat, akhir gerakan feminisme gelombang pertama ditandai dengan Amendemen Kesembilan Belas Konstitusi Amerika Serikat pada 1920.

Dalam undang-undang tersebut, perempuan kulit putih di Amerika Serikat diberikan hak pilih untuk urusan politik. 

 

Referensi :

  • Suwastini, N. K. (2013). Perkembangan Feminisme Barat dari Abad ke Delapan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(1), 198-208.
  • Tong, R. P. (2017). Feminist Thought: pengantar paling komprehensif kepada aliran utama pemikiran feminis. Yogyakarta: Jalasutra.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.