Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kekaisaran Akhemeniyah: Sejarah, Raja-raja, Kejayaan, dan Keruntuhan

Kompas.com - 26/02/2022, 13:00 WIB
Lukman Hadi Subroto,
Widya Lestari Ningsih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kekaisaran Akhemeniyah adalah dinasti pertama yang memerintah Kekaisaran Persia.

Kekaisaran ini didirikan oleh Koresh Agung atau Cyrus the Great pada sekitar 550 SM.

Sejak itu, Kekaisaran Akhemeniyah berkembang menjadi salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah yang wilayahnya membentang dari Semenanjung Balkan di Barat hingga Lembah Indus, di Timur.

Pasa masa jayanya, kekaisaran ini menjadi pusat budaya, agama, sains, seni, dan teknologi global selama lebih dari 200 tahun.

Namun, karena konflik internal dan pemberontakan, Kekaisaran Akhemeniyah runtuh pada sekitar 330 SM setelah serangan Aleksander Agung dari Makedonia.

Baca juga: Kekaisaran Persia: Sejarah, Masa Kejayaan, Keruntuhan, dan Peninggalan

Sejarah berdirinya

Jauh sebelum Kekaisaran Akhemeniyah berdiri, Peradaban Persia telah dimulai sejak 3000 SM, di mana wilayahnya dihuni suku-suku semi-nomaden yang memelihara ternak di dataran tinggi Iran.

Pada abad ke-7 SM, Suku Mede atau Media menjadi simbol pendiri bangsa dan juga membentuk kerajaan Iran pertama.

Selama beberapa abad, orang-orang Media mendominasi Persia, hingga sekitar 681 SM, muncul prajurit bernama Hakhamanish atau Akhemenes.

Akhemenes tampil sebagai tokoh terkemuka yang kemudian menjadi pemimpin pertama bagi orang-orang Persia.

Kekuasaan Persia setelah Akhemenes diwariskan kepada keturunnya, yaitu Teispes, Koresh I, Kambises I, dan Koresh II atau Koresh Agung.

Ketika Koresh Agung memimpin, ia berhasil menyatukan suku-suku Persia hingga mampu menandingi bangsa Media yang sebelumnya mendominasi.

Baca juga: Kekaisaran Sasaniyah: Sejarah, Raja-raja, Kejayaan, dan Keruntuhan

Koresh Agung bersama pasukannya pun mengalahkan Kerajaan Media pada sekitar 550 SM.

Setelah mengalahkan Media, Koresh Agung secara resmi mendeklarasikan berdirinya Kekaisaran Akhemeniyah, yang namanya diambil dari nama leluhurnya, yaitu Akhemenes.

Raja-raja Kekaisaran Akhemeniyah

  • Akhemenes (730-650 SM)
  • Teispes (650-625 SM)
  • Koresh I (625-580 SM)
  • Kambises I (580-559 SM)
  • Koresh Agung (559-530 SM)
  • Kambisius II (530-522 SM)
  • Bardiya (522 SM)
  • Darius Agung (522-486 SM)
  • Xerxes I (486-465 SM)
  • Artahsasta I (465-424 SM)
  • Xerxes II (424 SM)
  • Sogdyana (424-423 SM)
  • Darius II (423-404 SM)
  • Artahsasta II (404-358 SM)
  • Artahsasta III (358-338 SM)
  • Artahsasta IV (338-336 SM)
  • Darius III (336-330 SM)

Baca juga: Kekaisaran Babilonia Lama: Sejarah, Raja-raja, dan Keruntuhan

Masa kejayaan

Setelah menaklukkan Kerajaan Media, Koresh Agung melanjutkan ekspansinya ke wilayah Lydia dan Kekaisaran Babilonia.

Keberhasilan Koresh Agung membuka jalan penaklukkan terhadap Mesir. Kekaisaran Akhemeniyah pun memiliki wilayah kekuasan sekitar 8 juta kilometer persegi.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com