Munculnya Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan Dewan Garuda

Kompas.com - 26/01/2022, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Pasca-kemerdekaan, kondisi pemerintahan di Indonesia masih belum stabil, di mana kesejahteraan rakyat dan pembangunan dirasa masih sulit dikembangkan.

Selain itu, terjadi kesenjangan pembangunan di Pulau Jawa (pusat pemerintahan) dan beberapa pulau lain.

Kondisi itu kemudian memicu timbulnya sentimen, khususnya dari rakyat Sumatera dan Sulawesi yang merasa tidak puas karena merasa "diabaikan" oleh pemerintah pusat.

Ketidakpuasan mereka terhadap pemerintah pusat dan dana pembangunan mendorong terbentuknya beberapa dewan, yaitu Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan Dewan Garuda.

Baca juga: Dewan Banteng: Latar Belakang, Pendiri, dan Tuntutannya

Dewan Banteng

Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, kondisi para prajurit yang pernah bertaruh nyawa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan sangat mengenaskan.

Tidak hanya nasib para prajurit, kondisi masyarakat pada umumnya juga tidak sejahtera.

Bahkan kondisi rakyat di daerah jauh berbeda dibanding pembangunan di Pulau Jawa. Padahal, pemerintah pusat banyak mendapat sumber devisa dari daerah.

Situasi yang tidak menyenangkan ini kemudian mendorong terbentuknya sebuah dewan yang menjadi cikal bakal Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), yaitu Dewan Banteng di Sumatera Barat.

Dewan Banteng diprakarsai oleh Kolonel Ismail Lengah, mantan Panglima Divisi IX Banteng pada 20 Desember 1956.

Dewan Banteng menuntut empat hal, yaitu:

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Kompas.com
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.