Keterkaitan Bom Hiroshima dan Nagasaki dengan Kemerdekaan Indonesia

Kompas.com - 18/01/2022, 11:00 WIB
Sejumlah orang menyaksikan ledakan eksperimental pada 25 April 1952 dari bom termonuklir atau bom hidrogen model H, 'saudara' dari bom atom yang diluncurkan di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945. Pada 73 tahun lalu, Agustus 1945, AS menjatuhkan bom 'Little Boy' di Kota Hiroshima, Jepang, sebagai tahap akhir PD II yang menewaskan lebih dari 120.000 orang. Setelah Hiroshima, Kota Nagasaki menjadi sasaran berikutnya. AFP PHOTO/FILESSejumlah orang menyaksikan ledakan eksperimental pada 25 April 1952 dari bom termonuklir atau bom hidrogen model H, 'saudara' dari bom atom yang diluncurkan di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945. Pada 73 tahun lalu, Agustus 1945, AS menjatuhkan bom 'Little Boy' di Kota Hiroshima, Jepang, sebagai tahap akhir PD II yang menewaskan lebih dari 120.000 orang. Setelah Hiroshima, Kota Nagasaki menjadi sasaran berikutnya.

KOMPAS.com - Proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945.

Selain diraih dengan perjuangan bangsa Indonesia, proklamasi kemerdekaan juga dapat terlaksana akibat adanya faktor eksternal.

Salah satu faktor eksternal yang dimaksud adalah terjadinya peristiwa pengeboman dua kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, oleh Amerika Serikat pada 6 dan 9 Agustus 1945.

Lantas, apa keterkaitan peristiwa pengeboman Kota Hiroshima dan Nagasaki dengan kemerdekaan Indonesia?

Baca juga: Proyek Manhattan, Program Rahasia di Balik Bom Hiroshima dan Nagasaki

Jepang menyerah kepada Sekutu

Pada 6 Agustus 1945, Kota Hiroshima di Jepang, berhasil dihancurkan menggunakan bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat (AS).

Tiga hari berselang, 9 Agustus 1945, bom kedua kembali dijatuhkan oleh AS di Kota Nagasaki, Jepang.

Hal itu dilakukan sebagai balasan bagi Jepang, yang telah menghancurkan banyak armada Pasifik AS yang berbasis di Pearl Harbor pada 7 Desember 1941.

Jatuhnya kedua bom atom tersebut lantas membuat Jepang tidak lagi berdaya. Hal ini disebabkan oleh Hiroshima dan Nagasaki merupakan dua kota penting di Jepang.

Tidak hanya semangat dan martabatnya yang Jatuh, Jepang menyadari kekalahan telah di depan mata.

Melihat kondisi saat itu, Kaisar Jepang memutuskan untuk menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.