Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Hari Kebangkitan Nasional Diperingati Tanggal 20 Mei?

Kompas.com - 16/12/2021, 15:00 WIB
Verelladevanka Adryamarthanino ,
Widya Lestari Ningsih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei oleh bangsa Indonesia.

Tanggal tersebut sama dengan waktu berdirinya organisasi pergerakan nasional pertama di Indonesia, Budi Utomo.

Penetapan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada 20 Mei dicetuskan oleh Presiden Soekarno di awal kemerdekaan.

Budi Utomo merupakan organisasi yang dijadikan tanggal lahirnya pergerakan nasional karena menggunakan organisasi modern dalam melawan penjajah.

Baca juga: Hasil Kongres Pertama Budi Utomo 1908

Pengaruh Budi Utomo

Sejarah tercetusnya Hari Kebangkitan Nasional tidak terlepas dari terbentuknya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908 di Jakarta.

Sejumlah tokoh yang mendirikan organisasi ini adalah Dr Soetomo, Soeraji Tirtonegoro, Goenawan Mangoenkoesoemo, Gondo Soewarno, Soelaiman, dan masih banyak lainnya.

Satu tokoh yang juga menjadi sosok kunci dalam berdirinya organisasi ini adalah Dr. Wahidin Soedirohusodo, alumni STOVIA atau sekolah kedokteran di Jawa.

Dulu, Wahidin kerap bepergian ke kota-kota besar di Jawa untuk memperluas gagasannya mengenai bantuan dana bagi pelajar pribumi berprestasi yang tidak mampu sekolah.

Saat sedang berkeliling itulah, Wahidin bertemu dengan para pendiri Budi Utomo.

Berbeda dari organisasi lain yang mengedepankan aksi kekerasan untuk melawan pemerintah kolonial, Budi Utomo adalah organisasi yang lebih aktif bergerak di bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan, tanpa melibatkan unsur politik.

Cara yang diterapkan Budi Utomo dalam membangkitkan semangat nasionalisme itu mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak.

Bahkan Budi Utomo juga memelopori terciptanya organisasi kebangsaan lainnya.

Baca juga: Wahidin Soedirohoesodo, Penggagas Budi Utomo

Penetapan Harkitnas

Ide penetapan Hari Kebangkitan Nasional sendiri muncul dua tahun setelah Indonesia merdeka.

Pada 1947, Belanda melancarkan agresi militer di Indonesia yang mengakibatkan terjadinya gejolak sosial, politik, dan ekonomi.

Tidak lama kemudian, muncul pihak oposisi pemerintah yang dipimpin oleh Amir Sjarifuddin bernama Front Demokrasi Rakyat.

Dari masalah-masalah yang muncul tersebut, Presiden Soekarno menilai diperlukan adanya suatu simbol untuk mempersatukan bangsa.

Karena besarnya pengaruh pergerakan Budi Utomo dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, Presiden Soekarno pada tanggal 20 Mei 1948 menetapkan hari kelahiran Budi Utomo sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Presiden Soekarno yang menilai bahwa organisasi Budi Utomo merupakan tonggak awal dari kebangkitan bangsa Indonesia.

 

Artikel ini telah tayang di dpmppt.slemankab.go.id dengan judul "Hari Kebangkitan Nasional Diperingati Setiap Tanggal 20 Mei".

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com