Eugene Dubois, Penemu Pithecanthropus Erectus

Kompas.com - 01/12/2021, 14:11 WIB

KOMPAS.com - Eugene Dubois adalah seorang ahli paleoantropologi (ilmu yang mempelajari asal usul dan evolusi manusia dengan menggunakan fosil) dan geologi berkebangsaan Belanda yang melakukan penelitian manusia purba di Indonesia.

Namanya mulai dikenal di seluruh dunia setelah penemuan fosil pertamanya di Trinil, Jawa Timur, pada 1890.

Temuan Eugene Dubois itu kemudian dinamai Pithecanthropus Erectus atau Manusia Jawa.

Baca juga: Pithecanthropus Erectus: Penemuan, Ciri-ciri, dan Kontroversi

Pendidikan

Lahir pada 28 Januari 1858, Eugene Dubois juga dibesarkan di Limburg, Belanda. Ayahnya adalah seorang imigran Belgia bernama Jean Joseph Balthazar Dubois, yang bekerja sebagai apoteker. 

Ketika berusia 13 tahun, Dubois memutuskan untuk putus sekolah. Sebetulnya, sang ayah ingin ia mengikuti jejak sebagai apoteker.

Oleh sebab itu, pada 1877, Dubois belajar kedokteran di Universitas Amsterdam. Di saat yang sama,  ia juga mengajar anatomi di dua sekolah seni yang bertempat di Risjksmuseum Amsterdam.

Selama masa kuliah, Dubois banyak belajar tentang anatomi komparatif dan laring vertebrata, yang kemudian membuatnya tertarik mengembangkan tentang evolusi organ. 

Namun demikian, minat utamanya jatuh pada anatomi manusia. Eugene Dubois menempuh sekolah kedokterannya selama tujuh tahun. Ia lulus pada 1884 dengan menyandang gelar dokter.

Baca juga: Penelitian Manusia Purba di Indonesia: Tokoh, Lokasi, dan Penemuan

Menemukan Pithecanthropus Erectus

Setelah lulus dari sekolah dokter, Eugene Dubois mulai terjun ke lapangan untuk mencari fosil-fosil atau sisa-sisa dari apa yang ia gambarkan sebagai spesies di antara manusia dan kera.

Dubois bertolak ke Indonesia pada pertengahan 1880-an untuk mengejar obsesinya dalam mencari fosil manusia purba.

Sekitar tahun 1887, ia mencari lokasi yang berpotensi ditemukannya fosil-fosil tersebut, utamanya di dekat sungai dan gua. 

Sungai dan gua pertama yang didatangi oleh Dubois ada di Pulau Sumatera, yang kemudian dilanjutkan ke Pulau Jawa. 

Pada 1889, ia mendapat kiriman sebuah fosil tengkorak yang ditemukan di Wajak, Tulung Agung, dari B.D Van Reitschotten.

Fosil tersebut kemudian diteliti dan dinamai Homo wajakensis. Setelah itu, Dubois melanjutkan penelitiannya ke beberapa lokasi, seperti Trinil dan Sangiran.

Namanya pun semakin terkenal setelah menemukan fosil tengkorak di Trinil pada 1890, yang kemudian dinamai Pithecanthropus erectus.

Pithecanthropus Erectus merupakan spesimen pertama dari sisa-sisa hominid awal yang ditemukan di luat Afrika atau Eropa. 

Selama periode ini, Dubois terus melakukan kerja lapangan di berbagai situs, seperti Sangiran di Jawa Tengah dan Trinil di Jawa Timur.

Antara tahun 1895-1900, Eugene Dubois tercatat menulis 19 artikel ilmiah seputar Pithecanthropus erectus.

Baca juga: Situs Sangiran, Situs Manusia Purba Terpenting di Dunia

Penghargaan dan akhir hidup

Pada 1897, Eugene Dubois dianugerahi gelar doktor kehormatan di bidang botani dan zoologi oleh Universitas Amsterdam. 

Dua tahun kemudian, Dubois menyandang gelar tambahannya sebagai profesor geologi. 

Setelah banyak berkiprah di bidang paleontologi dan geologi, Dubois meninggal pada 16 Desember 1940 di Venlo, Belanda. 

Koleksi penemuan paleontologi dan arsip ilmiahnya disimpan di Naturalis di Leiden, Belanda. 

Selain itu, dibentuk juga bagian khusus dalam Museum Het Ursulinenconvent (Museum Internasional di Belanda) untuk sejarah keluarga, kehidupan, dan pekerjaan Dubois. 

 

Referensi: 

  • Morwood, Mike, Penny van Oosterzee. (2007). A New Human: The Startling Discovery and Strange of the Hobbits of Flores, Indonesia. Amerika: Smithsonian Books. 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arema FC, Sejarah Julukan 'Singo Edan'

Arema FC, Sejarah Julukan "Singo Edan"

Stori
Asal-muasal 'Salam Satu Jiwa' Aremania

Asal-muasal "Salam Satu Jiwa" Aremania

Stori
Sejarah Patung Selamat Datang, Kini Terkepung Hutan Beton

Sejarah Patung Selamat Datang, Kini Terkepung Hutan Beton

Stori
Sejarah Laser di Dunia Medis

Sejarah Laser di Dunia Medis

Stori
Sejarah Stadion Kanjuruhan

Sejarah Stadion Kanjuruhan

Stori
Pembentukan Uli Lima dan Uli Siwa: Latar Belakang dan Tujuannya

Pembentukan Uli Lima dan Uli Siwa: Latar Belakang dan Tujuannya

Stori
4 Tragedi Paling Memilukan dalam Sepak Bola Dunia

4 Tragedi Paling Memilukan dalam Sepak Bola Dunia

Stori
Sejarah Kerusuhan Sepak Bola di Indonesia

Sejarah Kerusuhan Sepak Bola di Indonesia

Stori
Apa Itu Cuneiform?

Apa Itu Cuneiform?

Stori
Peristiwa Bersejarah di Bulan Oktober

Peristiwa Bersejarah di Bulan Oktober

Stori
10 Bangunan Megalitikum yang Ditemukan di Indonesia

10 Bangunan Megalitikum yang Ditemukan di Indonesia

Stori
Kekejaman PKI di Indonesia

Kekejaman PKI di Indonesia

Stori
6 Asas Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia

6 Asas Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia

Stori
Dampak Peristiwa G30S bagi Bangsa Indonesia

Dampak Peristiwa G30S bagi Bangsa Indonesia

Stori
Raden Mas Panji Sosrokartono, Poliglot yang Jadi Guru Bangsa

Raden Mas Panji Sosrokartono, Poliglot yang Jadi Guru Bangsa

Stori
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.