Manifesto Politik 1925

Kompas.com - 28/10/2021, 15:00 WIB
Manifesto Politik 1925 Kompasiana.comManifesto Politik 1925

KOMPAS.com – Manifesto Politik merupakan salah satu bentuk aksi dukungan kemerdekaan yang dicetus oleh Partai Perhimpunan Indonesia tahun 1925.

Manifesto Politik 1925 pada intinya berisikan tentang prinsip perjuangan, yaitu persatuan, kesetaraan, dan kemerdekaan.

Konsep Manifesto Politik yang dikemukakan oleh Perhimpunan Indonesia ini juga dimuat dalam majalah Perhimpoenan Indonesia.

Dalam majalah tersebut banyak tulisan yang membahas tentang dasar-dasar nasionalisme. 

Baca juga: Perhimpunan Indonesia: Organisasi Pertama yang Pakai Istilah Indonesia

Organisasi Perhimpunan Indonesia

Organisasi pergerakan nasional di Indonesia yang mengeluarkan Manifesto Politik pada tahun 1925 yaitu Perhimpunan Indonesia.

Awalnya, organisasi Perhimpunan Nasional ini bernama Indische Vereeniging.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, tahun 1922, saat Nasionalisme sedang berkembang, Indische Vereeniging mengubah namanya menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).

PI menjadi pelopor gerakan nasionalis Indonesia yang mengadvokasi kemerdekaan Indonesia dari Belanda.

Perhimpunan Indonesia merupakan organisasi politik pertama yang menggunakan istilah "Indonesia" di dalam namanya. 

Sikap perjuangan kemerdekaan PI untuk Indonesia dapat dilihat dari pernyataan yang disusun PI tahun 1922, yaitu:

  • Persatuan nasional harus diperkokoh dan dihindarkan dari perpecahan
  • Kemerdekaan harus diusahakan oleh orang Indonesia sendiri
  • Harus diusahakan terbentuknya pemerintahan oleh bangsa Indonesia sendiri

Baca juga: Sejarah Lahirnya Sumpah Pemuda

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan PBB terhadap Kemerdekaan Indonesia

Pengakuan PBB terhadap Kemerdekaan Indonesia

Stori
Dampak Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Turki Usmani

Dampak Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Turki Usmani

Stori
Biografi Imam Malik bin Anas, Pendiri Mazhab Maliki

Biografi Imam Malik bin Anas, Pendiri Mazhab Maliki

Stori
Dampak Dikeluarkannya Supersemar

Dampak Dikeluarkannya Supersemar

Stori
Biografi As'ad Humam, Penemu Iqro

Biografi As'ad Humam, Penemu Iqro

Stori
Kesultanan Utsmaniyah: Sejarah, Sultan, Kejayaan, dan Keruntuhan

Kesultanan Utsmaniyah: Sejarah, Sultan, Kejayaan, dan Keruntuhan

Stori
Pembagian Kasta dalam Masyarakat Hindu

Pembagian Kasta dalam Masyarakat Hindu

Stori
Asal-usul Nama dan Sejarah Kota Ambon

Asal-usul Nama dan Sejarah Kota Ambon

Stori
Mohammad Djamil, Dokter Pejuang Kemerdekaan dan Kemanusiaan

Mohammad Djamil, Dokter Pejuang Kemerdekaan dan Kemanusiaan

Stori
Sejarah Singkat Kekaisaran Kushan

Sejarah Singkat Kekaisaran Kushan

Stori
Strategi Dakwah Wali Songo

Strategi Dakwah Wali Songo

Stori
Sejarah Berdirinya Taj Mahal

Sejarah Berdirinya Taj Mahal

Stori
Toleransi Antarumat Beragama pada Masa Kerajaan Majapahit

Toleransi Antarumat Beragama pada Masa Kerajaan Majapahit

Stori
Tragedi Kebakaran Mal Klender 1998

Tragedi Kebakaran Mal Klender 1998

Stori
Misteri Pembunuhan Ditje, Peragawati Terkenal Era Orde Baru

Misteri Pembunuhan Ditje, Peragawati Terkenal Era Orde Baru

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.