Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Vasco da Gama, Penemu Jalur Laut dari Eropa ke India

Kompas.com - 18/10/2021, 12:00 WIB
Widya Lestari Ningsih,
Nibras Nada Nailufar

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Vasco da Gama adalah pelaut yang berasal dari Portugal dan dikenal sebagai penemu jalur laut dari Eropa ke India.

Ia melanjutkan perjalanan Bartolomeu Dias dengan mengelilingi benua Afrika hingga akhirnya sampai di Calicut, India, pada 1498.

Setelah itu, Vasco da Gama melakukan dua kali pelayaran lagi ke India dan diangkat sebagai raja muda Portugis di wilayah jajahannya itu.

Vasco da Gama meninggal karena malaria pada 1524 ketika mengemban tugas di India.

Awal kehidupan

Vasco da Gama lahir dari keluarga bangsawan rendahan pada sekitar 1460 di Sines, Portugal. Kehidupan masa mudanya baru diketahui saat ia bergabung dengan angkatan laut Portugal.

Dari situlah Vasco da Gama mengukuhkan namanya menjadi navigator yang tangguh dan tidak kenal takut.

Pada 1492, Raja John II mengirimnya ke selatan Lisbon dan Algarve untuk merebut kapal Perancis yang telah mengganggu pelayaran Portugis.

Setelah Vasco da Gama menyelesaikan tugasnya, Raja Manuel I naik takhta pada 1495 dan menghidupkan kembali misi Portugal untuk menemukan rute perdagangan laut dari Eropa ke India.

Baca juga: Bartolomeu Dias, Penjelajah Portugis yang Menemukan Tanjung Harapan

Vasco da Gama menemukan India

Pada 1497, Raja Manuel I memilih Vasco da Gama untuk memimpin armada Portugis menemukan jalur perdagangan laut tercepat ke Asia dan mematahkan dominasi umat Islam.

Saat itu, perdagangan dengan India dan negara-negara Timur lainnya tengah dikuasai oleh umat Muslim.

Pada Juli 1497, Vasco da Gama bertolak dari Lisbon dengan membawa empat kapal dengan 170 awak.

Ia menuju ke selatan, mengikuti rute perjalanan Bartolomeu Dias, hingga sampai di Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika pada 22 November.

Setelah itu, Vasco da Gama kembali berlayar ke utara menyusuri pantai timur Afrika yang belum dipetakan.

Beberapa bulan selanjutnya, ia sempat singgah di Mozambik serta Mombasa dan Malindi (sekarang di Kenya), yang dikuasai oleh orang Muslim.

Dengan bantuan seorang navigator lokal, Vasco da Gama mampu menyeberangi Samudera Hindia dan mencapai Calicut atau Kozhikode di India pada 20 Mei 1498.

Kala itu, Calicut adalah sebuah kota perdagangan paling penting di India bagian selatan. Pada Agustus 1498, Vasco da Gama bertolak kembali ke Portugal dengan membawa rempah-rempah dan sejumlah orang India.

Karena rute laut yang dilalui sangat berbahaya, armada Vasco da Gama hanya menyisakan dua kapal dan 54 orang ketika sampai kembali di Portugal.

Atas keberhasilannya itu, Vasco da Gama disambut layaknya seorang pahlawan.

Baca juga: Sebastian del Cano, Pelaut Eropa Pertama yang Mengelilingi Dunia

Membangun monopoli perdagangan di India

Setelah keberhasilan Vasco da Gama menemukan rute ke India, Portugis mengirimkan Pedro Ivares Cabral untuk mengamankan jalur perdagangan dan mengalahkan pedagang Muslim.

Pedro Cabral pun berhasil memenuhi tugasnya dan mendirikan pos perdagangan Portugis pertama di India.

Pada Februari 1502, Vasco da Gama dikirim dalam misi kedua ke India dengan membawa 20 kapal perang.

Dalam pelayaran ini, ia ditugaskan untuk sepenuhnya menyingkirkan pedagang Arab dan membangun monopoli perdagangan di India.

Setelah melakukan aksi pembantaian kepada kapal umat Muslim dan menghancurkan pelabuhan Calicut, Vasco da Gama menuju ke Kochi.

Di tempat itu, ia berhasil mendapatkan hak-hak monopoli perdagangan yang ditandai dengan ditandatanganinya sebuah perjanjian oleh pihak Zamorin pada 30 Oktober 1502.

Pada 20 Februari 1503, Vasco da Gama melakukan pelayaran kembali ke Portugal.

Atas keberhasilan keduanya itu, ia semakin disegani oleh pihak kerajaan dan kemudian diangkat menjadi penguasa di Vidigueira dan Vila dos Frades.

Perjalanan terakhir ke India

Selama dua dekade berikutnya, Vasco da Gama menikah dan memiliki enam orang anak. Kemudian pada 1524, ia kembali dikirim ke India untuk mengatasi masalah korupsi pejabat Portugis yang berkembang di negeri jajahannya itu.

Pada pelayaran ketiganya ini, Vasco da Gama diangkat sebagai raja muda Portugis di India.

Namun, tidak lama setelah sampai di Goa, India, ia menderita malaria dan akhirnya meninggal pada Desember 1524 di Kochi.

Semula, Vasco da Gama dimakamkan di Kochi, tetapi pada 1539 jenazahnya dipindahkan ke Portugal.

Perjalanan Vasco da Gama ke India untuk pertama kalinya merupakan awal dari dominasi Eropa selama ratusan tahun berikutnya di Asia.

Pelayaran itu juga menjadi awal kolonialisme Portugis di India yang menghasilkan kekayaan dan kekuasaan bagi takhta Portugal.

 

Referensi:

  • Iswarso, Nur. (2011). Kisah Para Pejakluk dan Penjelajah Dunia. Yogyakarta: Familia.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com