Nasakom, Konsep Kesatuan Politik ala Soekarno

Kompas.com - 28/09/2021, 10:00 WIB
Nasakom Bersatu-Nasakom Djiwaku!, amanat Presiden Soekarno pada rapat raksasa pembukaan Mubes Tani Seluruh Indonesia di tahun 1965. Departemen Penerangan Republik IndonesiaNasakom Bersatu-Nasakom Djiwaku!, amanat Presiden Soekarno pada rapat raksasa pembukaan Mubes Tani Seluruh Indonesia di tahun 1965.

KOMPAS.com - Nasakom adalah konsep politik yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno.

Kepanjangan dari Nasakom adalah Nasionalisme, Agama, dan Komunisme. 

Konsep ini berlaku di Indonesia dari 1959, masa Demokrasi Terpimpin, hingga Orde Baru, tahun 1966.

Gagasan Soekarno mengenai Nasakom ini merupakan upaya untuk menyatukan perbedaan ideologi politik.

Baca juga: Penerapan Demokrasi Terpimpin

Latar Belakang Nasakom

Gagasan Nasakom sebenarnya sudah dipikirikan Soekarno sejak 1927, jauh sebelum Indonesia merdeka.

Soekarno menulis rangkaian artikel berjudul "Nasionalisme, Islam, dan Marxisme" dalam majalah Indonesia Moeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, tahun 1956, ia menyampaikan gagasan ini. 

Ia mengkritik sistem Demokrasi Parlementer yang dianggap tidak cocok untuk diterapkan di Indonesia.

Menurut Soekarno, Demokrasi Parlementer melindungi sistem kapitalisme.

Sebab parlemen dikuasai oleh kaum borjuis. Sehingga menurutnya sistem ini tidak bisa memakmurkan rakyat.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.