Mengapa Daendels Dipanggil Pulang ke Belanda?

Kompas.com - 15/09/2021, 16:25 WIB
Potret Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels memegang De Grote Postweg (Great Post Road) dengan tulisan Rigting van Weg Megamendong 1818 (arah jalan Megamendung). Latar belakang lukisan di Puncak Pass dan Gunung Pangrango. Raden SalehPotret Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels memegang De Grote Postweg (Great Post Road) dengan tulisan Rigting van Weg Megamendong 1818 (arah jalan Megamendung). Latar belakang lukisan di Puncak Pass dan Gunung Pangrango.

KOMPAS.com - Pada akhir abad ke-18, Perancis berhasil menguasai Belanda dan membentuk pemerintahan baru yang disebut Republik Bataaf.

Republik Bataaf dipimpin oleh Louis Napoleon, adik Napoleon Bonaparte.

Perkembangan politik di Belanda ini juga memengaruhi kondisi politik di Indonesia, sebagai negeri jajahannya.

Untuk menjalankan kekuasaan dan pemerintahan Kerajaan Belanda di Indonesia, pada 1808 Louis Napoleon menunjuk Herman Willem Daendels dan mengangkatnya sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36.

Akan tetapi, masa kekuasaan Daendels di Indonesia tidak lama, yakni hanya tiga tahun saja, dan setelah itu dipanggil pulang ke Belanda.

Lantas, mengapa Daendels dipanggil oleh pemerintah kolonial untuk kembali ke negaranya?

Tugas Daendels

Pemilihan Daendels tentunya bukan tanpa alasan. Ia ditunjuk oleh Pemerintahan Republik Bataaf karena dikenal sebagai tokoh muda yang revolusioner.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tugas utamanya sebagai gubernur jenderal adalah mempertahankan Jawa agar tidak dikuasai Inggris.

Daendels juga harus memperkuat pertahanan, memperbaiki administrasi pemerintahan, dan memperbaiki kehidupan sosial ekonomi di Nusantara, khususnya Jawa.

Baca juga: Kebijakan Daendels di Indonesia

Daendels adalah salah satu patriot Belanda yang sangat terpengaruh semangat Revolusi Perancis.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.