Daftar Kitab Peninggalan Kerajaan Hindu-Buddha

Kompas.com - 06/09/2021, 15:00 WIB
Kitab Negarakertagama Wikipedia CommonsKitab Negarakertagama

KOMPAS.com - Peninggalan dari zaman kerajaan Hindu-Buddha banyak yang dapat dinikmati hingga saat ini.

Peninggalan yang kemudian menjadi sumber sejarah tersebut dapat berupa bangunan, seni rupa, seni pertunjukan, ataupun karya sastra.

Dalam bidang sastra sendiri, terdapat karya-karya tertulis berupa kitab dan kakawin (puisi Jawa Kuno) yang dikarang oleh para pujangga.

Meski begitu, tidak semua kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia mempunyai peninggalan berupa kitab.

Berikut ini daftar kitab peninggalan dari masa Hindu-Buddha di Indonesia.

Nama kitab Pengarang Nama kerajaan
Kitab Negarakertagama Mpu Prapanca Kerajaan Majapahit
Kitab Sutasoma Mpu Tantular Kerajaan Majapahit
Kitab Pararaton Tidak diketahui Kerajaan Majapahit
Kitab Arjunawijaya Mpu Tantular Kerajaan Majapahit
Kitab Tantu Panggelaran Tidak diketahui Kerajaan Majapahit
Kitab Panjiwijayakrama Tidak diketahui Kerajaan Majapahit
Kitab Usana Jawa Tidak diketahui Kerajaan Majapahit
Kitab Ranggalawe Tidak diketahui Kerajaan Majapahit
Kitab Sorandakan Tidak diketahui Kerajaan Majapahit
Kitab Sundayana Tidak diketahui Kerajaan Majapahit
Kitab Bharatayudha Mpu Sedah dan Mpu Panuluh Kerajaan Kediri
Kitab Kresnayana Mpu Triguna Kerajaan Kediri
Kitab Smaradahana Mpu Darmaja Kerajaan Kediri
Kitab Lubdhaka Mpu Tanakung Kerajaan Kediri
Kitab Sumanasantaka Mpu Monaguna Kerajaan Kediri
Kitab Hariwangsa Mpu Panuluh Kerajaan Kediri
Kitab Gatotkacasraya Mpu Panuluh Kerajaan Kediri
Kitab Writasanjaya Mpu Tanakung Kerajaan Kediri
Kitab Arjunawiwaha Mpu Kanwa Kerajaan Kahuripan
Kitab Sang Hyang Kamahayanikan Mantranaya Tidak diketahui Kerajaan Mataram Kuno
Ramayana Kakawin Tidak diketahui Kerajaan Mataram Kuno

Baca juga: Kitab Negarakertagama: Sejarah, Isi, dan Maknanya

Kitab peninggalan Hindu-Buddha yang terkenal

1. Kitab Negarakertagama

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kitab kakawin karangan Mpu Prapanca yang menceritakan kehidupan Kerajaan Singasari adalah Negarakertagama.

Meskipun disebut sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit yang paling penting dan terkenal, kitab ini juga menguraikan tentang Kerajaan Singasari, yang merupakan pendahulunya.

Kitab Negarakertagama ditulis saat Kerajaan Majapahit diperintah oleh Prabu Hayam Wuruk.

Isinya menguraikan kisah keagungan Prabu Hayam Wuruk dan puncak kejayaan Kerajaan Majapahit.

Selain itu, kitab ini juga menceritakan banyak hal tentang Kerajaan Majapahit. Mulai dari asal-usul, hubungan keluarga raja, para pembesar negara, jalannya pemerintahan, serta kondisi sosial, politik, keagamaan, dan kebudayaan.

2. Kitab Sutasoma

Peninggalan Hindu-Budha di bidang sastra yang memuat istilah Bhineka Tunggal Ika adalah Kitab Sutasoma.

Kitab Sutasoma merupakan peninggalan sejarah dalam bentuk karya sastra dikarang oleh Mpu Tantular pada abad ke-14, lebih tepatnya ketika Majapahit diperintah oleh Prabu Hayam Wuruk.

Selain memuat istilah Bhineka Tunggal Ika yang menjadi semboyan NKRI, kitab ini juga menceritakan tentang kerukunan hidup beragama di Kerajaan Majapahit, khususnya antara Hindu dan Buddha.

Baca juga: Kitab Sutasoma: Pengarang, Isi, dan Bhinneka Tunggal Ika

3. Kitab Pararaton

Kitab Pararaton termasuk salah satu karya sastra peninggalan Kerajaan Majapahit yang terkenal.

Para sejarawan menduga kitab yang tidak diketahui pengarangnya ini ditulis pada sekitar 1481-1600 M.

Isi Kitab Pararaton dapat dibagi ke dalam dua bagian, di mana pada bagian pertama menceritakan tentang riwayat Ken Arok, pendiri Kerajaan Singasari, dan para raja penerusnya.

Sementara bagian kedua mengisahkan tentang kehidupan Kerajaan Majapahit. Mulai dari riwayat pendirinya, Raden Wijaya, hingga daftar raja-raja yang berkuasa dan pemberontakan yang berlangsung pada awal berdirinya kerajaan.

4. Kitab Bharatayudha

Masa pemerintahan Kerajaan Kediri kerap disebut sebagai zaman keemasan Jawa Kuno, karena menghasilkan karya-karya sastra berbentuk kakawin yang berkualitas tinggi.

Salah satu karya sastra yang dimaksud adalah Kitab Bharatayuddha, yang ditulis oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh pada zaman kekuasaan Raja Jayabaya (1135-1159 M).

Cerita Kitab Bharatayudha merupakan penggalan dari Kitab Mahabharata, yang mengisahkan tentang perang 18 hari antara Pandawa dan Kurawa di Padang Kuruksetra yang dikenal sebagai Perang Bharatayuddha.

 

Referensi:

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.