Perkembangan Teknologi Manusia Purba

Kompas.com - 06/09/2021, 13:00 WIB
Ilustrasi Zaman Neolitikum libcomIlustrasi Zaman Neolitikum

KOMPAS.com - Manusia purba diketahui telah mengembangkan teknologi, meskipun belum mengenal tulisan ataupun bahasa.

Teknologi yang dikembangkan tentunya masih sangat sederhana, yaitu bermula dari bebatuan.

Oleh manusia purba, bebatuan yang ditemukan di alam sekitar digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Teknologi bebatuan ini berkembang dalam kurun waktu yang sangat panjang. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar para ahli membagi kebudayaan zaman batu ke dalam tiga zaman, yaitu Paleolitikum (batu tua), Mesolitikum (batu madya), dan Neolitikum (batu tengah).

Berikut ini merupakan proses perkembangan teknologi pada masa manusia purba di Indonesia.

Teknologi batu dan tulang

Peralatan pertama yang digunakan oleh manusia purba adalah alat-alat dari bahan batu dan tulang.

Teknologi sederhana ini berkembang pada Zaman Paleolitikum, yang berlangsung sekitar 600.000 tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada periode ini, alat-alat batu dan tulang yang digunakan manusia purba masih sangat sederhana dan kasar.

Peralatan itulah yang menemani mereka memenuhi kebutuhan hidup, yang masih dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan atau food gathering.

Hasil kebudayaan manusia purba pada periode ini secara umum dapat dibagi menjadi dua, yakni Kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong. Sebab, peninggalan mereka banyak ditemukan di dua wilayah tersebut.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Karya dan Pemikiran Ibnu Khaldun

Karya dan Pemikiran Ibnu Khaldun

Stori
Mengapa Jepang Menyerah Tanpa Syarat kepada Sekutu?

Mengapa Jepang Menyerah Tanpa Syarat kepada Sekutu?

Stori
Lukas Kustaryo, Pejuang yang Dijuluki Begundal Karawang

Lukas Kustaryo, Pejuang yang Dijuluki Begundal Karawang

Stori
Sejarah Perkembangan Transportasi Dunia

Sejarah Perkembangan Transportasi Dunia

Stori
Dugderan, Tradisi Sambut Ramadan di Semarang

Dugderan, Tradisi Sambut Ramadan di Semarang

Stori
Tokoh-Tokoh Reformasi Gereja

Tokoh-Tokoh Reformasi Gereja

Stori
Babad Tanah Jawi: Sejarah dan Isi

Babad Tanah Jawi: Sejarah dan Isi

Stori
Empat Fase Perkembangan Agama Hindu di India

Empat Fase Perkembangan Agama Hindu di India

Stori
Pengakuan PBB terhadap Kemerdekaan Indonesia

Pengakuan PBB terhadap Kemerdekaan Indonesia

Stori
Dampak Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Turki Usmani

Dampak Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Turki Usmani

Stori
Biografi Imam Malik bin Anas, Pendiri Mazhab Maliki

Biografi Imam Malik bin Anas, Pendiri Mazhab Maliki

Stori
Dampak Dikeluarkannya Supersemar

Dampak Dikeluarkannya Supersemar

Stori
Biografi As'ad Humam, Penemu Iqro

Biografi As'ad Humam, Penemu Iqro

Stori
Kesultanan Utsmaniyah: Sejarah, Sultan, Kejayaan, dan Keruntuhan

Kesultanan Utsmaniyah: Sejarah, Sultan, Kejayaan, dan Keruntuhan

Stori
Pembagian Kasta dalam Masyarakat Hindu

Pembagian Kasta dalam Masyarakat Hindu

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.