Kontroversi Karya Sastra Angkatan 66

Kompas.com - 21/08/2021, 10:00 WIB
Pelayat berdoa di depan pusara penyair dan dramawan WS Rendra di Kompleks Pemakaman Bengkel Teater, Citayam, Depok, Jumat (7/8/2019). Almarhum yang terkenal dengan julukan Si Burung Merak meninggal akibat penyakit jantung koroner. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOPelayat berdoa di depan pusara penyair dan dramawan WS Rendra di Kompleks Pemakaman Bengkel Teater, Citayam, Depok, Jumat (7/8/2019). Almarhum yang terkenal dengan julukan Si Burung Merak meninggal akibat penyakit jantung koroner.

KOMPAS.com - Angkatan 66 adalah sebuah periode sastra yang pertama kali dicetuskan oleh HB Jassin pada 1966. 

Istilah Angkatan 66 sebenarnya diilhami dari sebuah peristiwa politik yang terjadi tahun 1966.

Saat itu terjadi gelombang aksi mahasiswa yang berhasil menumbangkan rezim pemerintah yang melakukan tindakan penyelewengan.

Bermula dari kejadian itu, HB Jassin berniat mengemukakan pemikirannya melalui karya sastra.

Akan tetapi, penamaan Angkatan 66 telah mengundang kontroversi dari beberapa sastrawan, sehingga penamaan ini tidak dapat diterima. 

Baca juga: Servius Dumais Wuisan: Peran dan Perjuangannya

Latar Belakang

Munculnya nama Angkatan 66 dicetus oleh HB Jassin dalam majalah Horison Nomor 2 Tahun 1966. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada tulisan tersebut dikatakan bahwa Angkatan 66 lahir dilandasi dengan peristiwa yang terjadi tahun 1966.

Saat itu, terdapat segerombol mahasiswa sedang melakukan aksi penggulingan rezim Soekarno yang dianggap menyeleweng. 

Berawal dari situ, HB Jassin kemudian ingin menunjukkan bahwa sastrawan telah memberikan perhatian mereka terhadap masalah sosial-politik. 

HB Jassin juga turut melibatkan beberapa nama sastrawan yang sebagian besar terlibat aktif dalam pergolakan politik yang terjadi tahun 1960-an. 

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Latar Belakang Pemberontakan Republik Maluku Selatan

Latar Belakang Pemberontakan Republik Maluku Selatan

Stori
Hasil Kongres Pertama Budi Utomo 1908

Hasil Kongres Pertama Budi Utomo 1908

Stori
Daftar Aktivis yang Diculik dan Hilang Tahun 1997/1998

Daftar Aktivis yang Diculik dan Hilang Tahun 1997/1998

Stori
Penerapan Pancasila pada Masa Orde Baru

Penerapan Pancasila pada Masa Orde Baru

Stori
Asal-usul Syekh Siti Jenar

Asal-usul Syekh Siti Jenar

Stori
Pemindahan Ibu Kota Kerajaan Mataram Kuno

Pemindahan Ibu Kota Kerajaan Mataram Kuno

Stori
Campur Tangan VOC di Kerajaan Mataram

Campur Tangan VOC di Kerajaan Mataram

Stori
Pengaruh Kolonialisme Portugis di Indonesia

Pengaruh Kolonialisme Portugis di Indonesia

Stori
Biografi Chairil Anwar, 'Si Binatang Jalang'

Biografi Chairil Anwar, "Si Binatang Jalang"

Stori
Kronologi Agresi Militer Belanda I

Kronologi Agresi Militer Belanda I

Stori
Teori Monokausalitas dan Contoh Kasusnya dalam Sejarah

Teori Monokausalitas dan Contoh Kasusnya dalam Sejarah

Stori
Penerapan Pancasila pada Masa Orde Lama

Penerapan Pancasila pada Masa Orde Lama

Stori
Mengapa VOC Melakukan Politik Adu Domba?

Mengapa VOC Melakukan Politik Adu Domba?

Stori
Asal-usul Ronggeng, Tari Magis dari Jawa

Asal-usul Ronggeng, Tari Magis dari Jawa

Stori
Kalang Obong, Tradisi Membakar Barang Orang Meninggal dari Kendal

Kalang Obong, Tradisi Membakar Barang Orang Meninggal dari Kendal

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.