Sumpah Pemuda Keturunan Arab 1934

Kompas.com - 06/08/2021, 13:00 WIB
Abdurrahman Baswedan WikipediaAbdurrahman Baswedan

KOMPAS.com - Sumpah Pemuda Keturunan Arab adalah sumpah yang dilakukan para pemuda keturunan Arab di Nusantara pada 1934. 

Sumpah pemuda ini dilangsungkan pada 4-5 Oktober 1934 di Semarang. 

Dalam kongres tersebut, para pemuda keturunan Arab bersepakat untuk mengakui Indonesia sebagai tanah air mereka. 

Hal tersebut dilakukan, karena sebelumnya kalangan keturunan Arab beranggapan bahwa tanah air mereka adalah negeri Arab. 

Baca juga: Aitai Karubaba, Pemuda Papua dalam Sumpah Pemuda

Latar Belakang

Pada masa kolonial, pemerintah Belanda membagi tiga strata masyarakat di Indonesia. 

Kelas teratas adalah warga kulit putih, seperti Eropa, Amerika, Jepang, dan lain-lain. Kelas kedua adalah warga Timur Asing (Arab, India, Tionghoa, dan lainnya). Sedangkan kelas ketiga adalah pribumi Indonesia. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu, orang-orang kelas kedua, yaitu Arab, yang datang ke Indonesia mayoritas berasal dari Hadramaut, Yaman Selatan. 

Sesampainya di Indonesia, para pria Arab ini menikah dengan wanita pribumi, yang kemudian memiliki anak peranakan Arab. 

Setelah itu, pada 1 Agustus 1934, Harian Matahari Semarang memuat tulisan milik AR Baswedan, peranakan Arab asal Surabaya. 

Dalam artikel tersebut, terpampang wajah AR Baswedan sedang mengenakan blangkon. 

Halaman:


Sumber BBC
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manifesto Politik 1925

Manifesto Politik 1925

Stori
Kronologi Agresi Militer Belanda II

Kronologi Agresi Militer Belanda II

Stori
Affandi, Maestro Seni Lukis Indonesia

Affandi, Maestro Seni Lukis Indonesia

Stori
Latar Belakang Pemberontakan Republik Maluku Selatan

Latar Belakang Pemberontakan Republik Maluku Selatan

Stori
Hasil Kongres Pertama Budi Utomo 1908

Hasil Kongres Pertama Budi Utomo 1908

Stori
Daftar Aktivis yang Diculik dan Hilang Tahun 1997/1998

Daftar Aktivis yang Diculik dan Hilang Tahun 1997/1998

Stori
Penerapan Pancasila pada Masa Orde Baru

Penerapan Pancasila pada Masa Orde Baru

Stori
Asal-usul Syekh Siti Jenar

Asal-usul Syekh Siti Jenar

Stori
Pemindahan Ibu Kota Kerajaan Mataram Kuno

Pemindahan Ibu Kota Kerajaan Mataram Kuno

Stori
Campur Tangan VOC di Kerajaan Mataram

Campur Tangan VOC di Kerajaan Mataram

Stori
Pengaruh Kolonialisme Portugis di Indonesia

Pengaruh Kolonialisme Portugis di Indonesia

Stori
Biografi Chairil Anwar, 'Si Binatang Jalang'

Biografi Chairil Anwar, "Si Binatang Jalang"

Stori
Kronologi Agresi Militer Belanda I

Kronologi Agresi Militer Belanda I

Stori
Teori Monokausalitas dan Contoh Kasusnya dalam Sejarah

Teori Monokausalitas dan Contoh Kasusnya dalam Sejarah

Stori
Penerapan Pancasila pada Masa Orde Lama

Penerapan Pancasila pada Masa Orde Lama

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.