Kisah Pelayaran Christopher Columbus

Kompas.com - 28/07/2021, 16:00 WIB
Christopher Columbus
BritannicaChristopher Columbus

Columbus mengunjungi Trinidad dan daratan utama Amerika Selatan sebelum kembali ke Hispaniola.

Di Hispaniola, ia harus memadamkan pemberontakan yang dilakukan koloni melawan dua saudaranya.

Saudara Columbus dianggap sangat brutal dalam mengelola wilayah itu, sehingga Spanyol harus mengirimkan gubernur baru untuk menggantikannya.

Setelah itu, Columbus ditangkap dan dikembalikan ke Spanyol, karena dituduh sebagai pemimpin yang inkompeten dan tiran.

Baca juga: Reconquista, Akhir Kekuasaan Islam di Spanyol

Penjelajahan terakhir Christopher Columbus

Pada 1502, Christopher Columbus dibebaskan dari segala tuduhan, tetapi semua gelar bangsawannya dicabut.

Ia kemudian mengajukan permintaan kepada Raja Ferdinand agar diizinkan untuk melakukan satu penjelajahan lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah permintaan itu disetujui, Columbus bertolak pada Mei 1502 untuk menemukan Selat Malaka.

Akan tetapi, empat kapal yang dibawanya terhantam badai dan tinggal dua yang tersisa.

Sepanjang 1502, Columbus sempat berlabuh di Jamaika, Honduras, Puerto Castilla, Nikaragua, Kosta Rika, dan Panama.

Pada 1504, Columbus kembali ke Spanyol dengan tangan kosong dan akhirnya meninggal pada 1506 karena sakit.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.