I-Tsing, Biksu China yang Memperdalam Agama Buddha di Sriwijaya

Kompas.com - 10/07/2021, 10:00 WIB
Pendeta Buddha I-Tsing dari China. Wikimedia CommonsPendeta Buddha I-Tsing dari China.

KOMPAS.com - I-Tsing adalah biksu dari China yang dikenal sebagai seorang penjelajah dan penerjemah teks agama Buddha.

Catatan perjalanannya pada abad ke-7 merupakan sumber penting bagi sejarah kerajaan abad pertengahan di sepanjang jalur laut antara China dan India.

Dalam pelayarannya dari China ke India untuk memperdalam ajaran Buddha, I-Tsing pernah tinggal di nusantara, khususnya di Sriwijaya, dalam waktu yang cukup lama.

Bahkan catatan tertua tentang Sriwijaya diketahui dibuat oleh I-Tsing.

Sepanjang hidupnya, I-Tsing diperkirakan telah menerjemahkan ratusan teks Buddha dari bahasa Sanskerta ke bahasa Mandarin.

Awal perjalanan ke Sriwijaya

I-Tsing lahir di Yanjing, China, pada 635 Masehi dan menjadi biksu pada usia 14 tahun.

Ia adalah pengagum Fa Hien atau Faxian, seorang biksu China terkenal yang melakukan perjalanan ke India pada abad ke-4.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berkat beasiswa dari seorang dermawan bernama Fong, I-Tsing memutuskan untuk mengunjungi Nalanda, pusat pendidikan agama Buddha di India saat itu.

Ia mengembara dari Guangzhou dengan menumpang kapal dagang dan singgah di Sriwijaya.

Pada kunjungan pertamanya (671-672), I-Tsing menghabiskan enam bulan di Sriwijaya untuk belajar bahasa Sanskerta dan Melayu.

Halaman:


Sumber Kemdikbud
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.