Tea Act, Monopoli Teh oleh Inggris di Amerika

Kompas.com - 01/07/2021, 09:00 WIB
Boston Tea Party, salah aksi untuk menentang Tea Act yang dikeluarkan Parlemen Britania Raya pada 10 Mei 1773. Wikimedia Commons/W.D. CooperBoston Tea Party, salah aksi untuk menentang Tea Act yang dikeluarkan Parlemen Britania Raya pada 10 Mei 1773.

KOMPAS.com - Tea Act adalah undang-undang yang dikeluarkan oleh Parlemen Britania Raya untuk memperbesar monopoli teh East India Company (EIC) ke seluruh koloninya.

Tujuan dikeluarkannya undang-undang ini adalah untuk mengurangi kelebihan teh yang dimiliki EIC yang sedang terancam bangkrut.

Selain itu, Parlemen Britania Raya ingin mengurangi pasokan teh ilegal dari Belanda yang diselundupkan ke koloni Inggris di Amerika Utara.

Tea Act diresmikan pada 10 Mei 1773, yang kemudian menerima beragam protes dari para kolonis.

Reaksi keras dari kaum koloni di Amerika pada akhirnya memicu terjadinya perlawanan yang dikenal dengan sebutan Revolusi Amerika.

Baca juga: Dampak Penjajahan Inggris di Bidang Ekonomi

Latar belakang dikeluarkannya Tea Act

Pada tahun 1760 hingga awal 1770-an, EIC diharuskan untuk menjual tehnya secara eksklusif di London dengan pajak sekitar dua shiling dan enam pence per pon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara teh yang ditujukan untuk dijual koloni di Amerika Utara terkena pajak dua kali lipatnya.

Hal ini membuat pedagang Amerika memilih membeli teh yang diselundupkan dari Belanda karena harganya lebih murah.

Meski teh dari EIC lebih berkualitas, beberapa kolonis yang tergabung dalam organisasi rahasia, Sons of Liberty, memilih membeli teh selundupan sebagai bentuk protes terhadap Townshend Act (monopoli bahan bangunan) yang ditetapkan Inggris pada 1767.

Pada akhirnya, besarnya teh selundupan yang mencapai 86 persen dari total teh yang beredar di Amerika membuat Inggris dan EIC kalang-kabut.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candrasa: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, dan Lokasi Penemuan

Candrasa: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, dan Lokasi Penemuan

Stori
Wali Songo dan Wilayah Penyebarannya

Wali Songo dan Wilayah Penyebarannya

Stori
Wali Songo dan Nama Aslinya

Wali Songo dan Nama Aslinya

Stori
Hamengkubuwono IV, Sultan Termuda Yogyakarta

Hamengkubuwono IV, Sultan Termuda Yogyakarta

Stori
Sri Sultan Hamengkubuwono III: Masa Pemerintahan dan Peninggalannya

Sri Sultan Hamengkubuwono III: Masa Pemerintahan dan Peninggalannya

Stori
Asal Usul Nama Bogor

Asal Usul Nama Bogor

Stori
Asal Usul Nama Lamongan

Asal Usul Nama Lamongan

Stori
Sejarah Kabupaten Pati

Sejarah Kabupaten Pati

Stori
Faktor Pendorong Kemunculan Zaman Renaissance

Faktor Pendorong Kemunculan Zaman Renaissance

Stori
Biografi Sri Sultan Hamengkubuwono II

Biografi Sri Sultan Hamengkubuwono II

Stori
Dampak Renaissance bagi Dunia

Dampak Renaissance bagi Dunia

Stori
Sri Sultan Hamengkubuwono I, Pendiri Kesultanan Yogyakarta

Sri Sultan Hamengkubuwono I, Pendiri Kesultanan Yogyakarta

Stori
Pengaruh Renaissance bagi Indonesia

Pengaruh Renaissance bagi Indonesia

Stori
Ngaben: Asal-usul, Tujuan, Prosesi, dan Macamnya

Ngaben: Asal-usul, Tujuan, Prosesi, dan Macamnya

Stori
Sejarah Wayang Kulit

Sejarah Wayang Kulit

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.