Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Kompas.com - 21/06/2021, 14:00 WIB
Keruntuhan Kekaisaran Romawi. BritannicaKeruntuhan Kekaisaran Romawi.

KOMPAS.com - Perkembangan dan kemajuan peradaban Romawi Kuno berlangsung selama kurang lebih 10 abad, yakni sekitar 700 SM-400 M.

Dalam kurun waktu 10 abad tersebut, peradaban Romawi Kuno dibagi menjadi tiga zaman, yaitu Zaman Kerajaan Romawi (750-510 SM), Zaman Republik Romawi (510-31 SM), dan Zaman Kekaisaran Romawi (31 SM-476 M).

Pada 117 M, Kekaisaran Romawi mencapai masa keemasan dan tumbuh menjadi kekaisaran terbesar di dunia kala itu.

Bahkan populasinya mencapai 20 persen dari total populasi dunia dengan wilayah seluas 5 juta persegi.

Namun, sejak akhir abad ke-2 Masehi, Kekaisaran Romawi mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran hingga akhirnya runtuh pada 476 Masehi.

Baca juga: Peradaban Romawi Kuno: Asal-usul, Karakteristik, dan Kondisi Geografis

Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Tanda-tanda kemunduran Kekaisaran Romawi dapat dirasakan semenjak wafatnya Marcus Aurelius pada 180 Masehi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengganti Marcus Aurelius adalah kaisar-kaisar yang lemah, seperti contohnya Commodus (180-193 M).

Pada masa pemerintahannya, sering terjadi kekacauan, korupsi, dan pertumpahan darah.

Commodus pun akhirnya terbunuh dalam huru-hara yang dilakukan oleh pihak militer.

Seiring dengan merosotnya kewibawaan Roma, persaingan, konflik, intrik, dan kemelut internal juga semakin subur.

Diocletianus, kaisar Romawi yang berkuasa antara 284-305 M, berusaha untuk mengatasi sejumlah kemunduran supaya kekaisarannya tidak runtuh.

Akan tetapi, upayanya untuk membangkitkan Kekaisaran Romawi juga tidak berhasil.

Baca juga: Peninggalan Peradaban Romawi Kuno

Selain konflik internal, salah satu penyebab keruntuhan Kekaisaran Romawi adalah pecahnya kekaisaran menjadi dua.

Pada masa pemerintahan Theodosius, Kekaisaran Roma dibagi menjadi dua bagian, yaitu Roma Barat dengan ibu kota di Roma dan Roma Timur dengan ibu kota di Konstantinopel.

Pembagian ini didasari oleh serangkaian ancaman Suku Barbar yang selama puluhan tahun telah mengganggu stabilitas negara.

Akan tetapi, pada kenyataannya pembagian wilayah ini justru mendorong keruntuhan Kekaisaran Romawi.

Segera setelah kematian Theodosius, kekacauan terjadi dan berbagai provinsi Roma penuh dengan kekuasaan bangsa asing.

Pemerintahan Roma di barat mengalami keruntuhan pada 476 M usai dikalahkan oleh orang-orang Barbar.

Runtuhnya kekaisaran Romawi Barat berakibat pada krisis sosial ekonomi dan sang kaisar tidak lagi memiliki kekuatan politik.

Singkatnya, Kekaisaran Romawi benar-benar runtuh pada 476 M akibat serangan Suku Barbar yang dipimpin oleh Odoacer.

Sementara Romawi Timur atau Kekaisaran Bizantium yang berpusat di Konstantinopel justru semakin makmur dan tidak tersentuh oleh serangan dari manapun hingga sekitar seribu tahun kemudian.

 

Referensi:

  • Irfanto, Ari. (2018). Peradaban Kuno di Dunia. Yogyakarta: Istana Media.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.