Teuku Nyak Arif: Kehidupan, Kiprah, Perjuangan, dan Akhir Hidupnya

Kompas.com - 05/06/2021, 13:24 WIB
Teuku Nyak Arif Kementerian Pendidikan dan BudayaTeuku Nyak Arif

KOMPAS.com - Teuku Nyak Arief adalah Residen/Gubernur Aceh pertama pada periode 1945 sampai 1946. 

Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, ia dipilih menjadi wakil pertama dari Aceh dalam Volksraad (Dewan Rakyat). 

Sejak 1932, ia telah memimpin gerakan di bawah tanah untuk menentang penjajahan Belanda di Aceh. 

Baca juga: Robert Wolter Mongisidi: Perjuangan, dan Akhir Hidup

Kehidupan

Teuku Nyak Arief lahir di Ulee Lheue, Kutaraja (Banda Aceh), 17 Juli 1899. 

Ayahnya seorang Panglima Sagi 26 Mukim (wilayah Aceh Besar) bernama Teuku Nyak Banta, sedangkan sang ibu bernama Cut Nyak Rayeuk.

Arief merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arief kecil merupakan seorang anak yang cerdas dan juga berani. Ia selalu menjadi pemimpin di antara teman-teman masa kecilnya. 

Setelah Arief menyelesaikan sekolahnya di bangku sekolah dasar, ia melanjutkan di sekolah Raja (Kweekschool) Bukit Tinggi.

Lalu, ia lanjut ke Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA), sekolah Belanda khusus untuk anak-anak bangsawan, di Serang, Banten.

Baca juga: Yos Sudarso: Kiprah, Peran, dan Akhir Hidupnya

Kiprah

Semasa sekolah, Teuku Nyak Arief dikenal sebagai orator. Ia juga gemar membaca buku mengenai politik dan pemerintahan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.