Nyi Ageng Serang: Kehidupan, Perjuangan, dan Akhir Hidup

Kompas.com - 05/06/2021, 13:22 WIB
Nyi Ageng Serang Balai TekKomDik Daerah Istimewa YogyakartaNyi Ageng Serang

Pangeran Mangkubumi mengadakan perdamaian dengan Belanda berdasarkan Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755.

Awalnya, Nyi Ageng Serang tidak ingin menyerahkan diri. Tetapi, ia tetap berhasil ditangkap dan menjadi tawanan Belanda. 

Bermula dari pertempuran di Serang inilah kemudian nama Kustiah menjadi Nyi Ageng Serang. 

Setelah dibebaskan, Nyi Ageng Serang dikirim ke Yogyakarta.

Di sana ia banyak menghabiskan waktunya untuk memperkuat spiritualnya.

Sampai akhirnya, pecah perang Diponegoro. 

Perang Diponegoro terjadi oleh menguatnya pengaruh Belanda di dalam Kraton sehingga menimbulkan kekacauan. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak itu, semangat patriotisme Nyi Ageng Serang kembali bangkit. 

Ia bersama suaminya, Kusumawijaya, memihak Pangeran Diponegoro. Mereka melancarkan perlawanan terhadap Belanda.

Suaminya pun gugur dalam pertempuran ini. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.