Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Raja-Raja Kerajaan Kanjuruhan

Kompas.com - 11/05/2021, 14:10 WIB
Widya Lestari Ningsih,
Nibras Nada Nailufar

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kerajaan Kanjuruhan adalah kerajaan bercorak Hindu yang berdiri pada abad ke-8 masehi.

Kerajaan yang berpusat di Desa Kejuron, dekat Kota Malang sekarang ini diyakini sebagai kerajaan pertama di Jawa Timur.

Sumber sejarah Kerajaan Kanjuruhan didapatkan dari Prasasti Dinoyo yang ditemukan di Malang.

Dalam prasasti tersebut, disebutkan bahwa raja Kerajaan Kanjuruhan yang paling terkenal adalah Gajayana.

Kerajaan ini tidak lama berkembang karena pada akhirnya berada di bawah kekuasaan Mataram Kuno.

Raja-raja Kerajaan Kanjuruhan

Raja Dewashimha

Di dalam Prasasti Dinoyo yang dibuat pada 760 M, diceritakan bahwa Kerajaan Kanjuruan awalnya diperintah oleh Raja Dewashimha.

Setelah meninggal, ia kemudian digantikan putranya, Limwa, yang dikenal sebagai Gajayana.

Baca juga: Kerajaan Kanjuruhan: Sejarah, Masa Kejayaan, dan Keruntuhan

Raja Gajayana

Dari Prasasti Dinoyo diketahui bahwa Raja Gajayana yang beragama Siwa memerintah dengan adil dan dicintai rakyatnya.

Di bawah kekuasaannya, Kerajaan Kanjuruhan mencapai puncak keemasan dan mengalami perkembangan pesat dalam bidang pemerintahan, sosial, ekonomi, ataupun seni budaya.

Wilayah kekuasaannya meliputi daerah Malang, lereng timur dan barat Gunung Kawi, dan ke utara hingga pesisir laut Jawa.

Selama Raja Gajayana berkuasa, jarang terjadi peperangan, pencurian, dan perampokan karena raja selalu bertindak tegas sesuai hukum.

Raja Gajayana juga membuat sebuah tempat suci pemujaan yang sangat bagus untuk memuliakan Resi Agastya.

Selain itu, dibangun pula arca sang Resi Agastya dari batu hitam yang sangat elok.

Bersamaan dengan pentasbihan bangunan suci tersebut, Gajayana menganugerahkan sebidang tanah, sapi, kerbau, serta budak laki-laki dan perempuan sebagai penjaga kepada para pendeta.

Raja Gajayana mempunyai seorang putri bernama Uttejana.

Baca juga: Raja-Raja Kerajaan Singasari

Ratu Utajjana

Setelah Gajayana mangkat, kekuasaan jatuh ke tangan putrinya, Uttejana yang menikah dengan Pangeran Jananiya dari Paradeh.

Ratu Utajjana bersama suaminya kemudian memerintah warisan ayahnya.

Semua raja Kerajaan Kanjuruhan terkenal akan kebijaksanaan dan kemurahan hatinya.

Keberadaan Kerajaan Kanjuruhan tidak bertahan lama. Kendati demikian, tidak ada bukti bahwa keruntuhannya disebabkan oleh penaklukkan.

Pada awal abad ke-9, Kerajaan Kanjuruhan telah berada di bawah Kerajaan Mataram Kuno.

Kerajaan Kanjuruhan tetap berdiri, tetapi harus melapor ke pemerintahan pusat dan para penguasanya menjadi raja bawahan dengan gelar Rakyan Kanuruhan atau Penguasa Daerah.

 

Referensi:

  • Prasetyo, Deni. (2009). Mengenal Kerajaan-Kerajaan Nusantara. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

 

 
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com