GSSJ Ratulangi: Pendidikan, Kiprah, dan Akhir Hidupnya

Kompas.com - 10/05/2021, 18:59 WIB

Sam sendiri juga ditangkap oleh Belanda pada 25 Desember 1948. Pada 12 Januari 1949, ia dipindahkan ke Jakarta dan kemudian ke Bangka.

Namun, karena memiliki masalah kesehatan, Sam pun diizinkan untuk tinggal di Jakarta sebagai tahanan rumah. 

Sam meninggal pada 30 Juni 1949.  Jenazahnya dimakamkan sementara di Tanah Abang. 

Kemudian, pada 23 Juli 1949, Sam dibawa ke Manado dengan kapal KPM Swartenhondt. 

Kapal tersebut sampai di Manado pada 1 Agustus 1949. Keesokan harinya, jenazah Sam pun dimakamkan di kampung halamannya di Tondano.  

Penghargaan 

Pada Agustus 1961, Sam dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh Soekarno. 

Kemudian pada 2016, Kementerian Keuangan mengeluarkan uang baru seri 2016, yaitu Rp 20.000. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada uang kertas tersebut, digambarkan wajah Sam Ratulangi di bagian depan. 

Nama Sam Ratulangi pun dijadikan nama bandar udara di Manado, yaitu Bandara Sam Ratulangi. 

Referensi: 

  • Poesponegoro, Marwadi Djoened dan Nugroho Notosusanto. (2019). Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Kebangkitan Nasional dan Masa Hindia Belandai. Jakarta: Balai Pustaka. 

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.