Oto Iskandar Di Nata: Kehidupan, Budi Utomo, dan Penculikan

Kompas.com - 04/05/2021, 18:27 WIB
Oto Iskandar Di Nata WikipediaOto Iskandar Di Nata

KOMPAS.com - Oto Iskandar Di Nata atau Raden Otto Iskandardinata merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang dijuluki si Jalak Harupat. 

Jalak Harupat adalah sebutan untuk ayam jantan yang dimitoskan sebagai ayam yang kuat, pemberani, dan selalu menang saat diadu. 

Karena jiwa pemberani yang dimiliki Oto Iskandar Di Nata, ia pun diberi julukan tersebut. 

Baca juga: Budi Utomo: Pembentukan, Perkembangan, Tujuan, dan Akhir

Kehidupan 

Oto Iskandar Di Nata merupakan anak bungsu dari Raden Haji Adam Rahmat dan Siti Hidayah yang lahir pada 31 Maret 1897 di Bojongsoang, Jawa Barat. 

Ia menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Guru Atas.

Setelah itu, ia mengabdikan dirinya untuk menjadi seorang guru di Hollandsch Inlandse School (HIS) Banjarnegara. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam jabatannya sebagai seorang guru, Oto menyalurkan perhatiannya di bidang pergerakan nasional. 

Pada tahun 1928, Oto memprakarsai berdirinya Sekolah Kartini dan mendirikan Paguyuban Pasundan dan Bank Pasundan. 

Dua tahun kemudian, 1930, ia terpilih untuk menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) yang mewakili Paguyuban Pasundan. 

Saat ia menjadi anggota Volksraad, Oto berani mengecam pemerintah kolonial Belanda, sehingga ia mendapatkan julukan Si Jalak Harupat, artinya Burung Jalak yang Berani. 

Baca juga: Tokoh-tokoh Panitia Sembilan

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X