Sejarah Berdirinya Kerajaan Pajang

Kompas.com - 21/04/2021, 16:36 WIB

KOMPAS.com - Kerajaan Pajang atau Kesultanan Pajang adalah salah satu kerajaan bercorak Islam di nusantara yang berumur pendek.

Kesultanan yang didirikan oleh Hadiwijaya atau Jaka Tingkir ini hanya berkuasa dari 1568-1586 masehi.

Kerajaan Pajang terletak di daerah perbatasan Desa Pajang, Kota Surakarta, dan Desa Makamhaji, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Namun, di kompleks keraton saat ini hanya tersisa berupa batas-batas pondasinya saja.

Kerajaan Pajang merupakan salah satu kesultanan yang berpusat di Jawa Tengah sebagai kelanjutan dari Kesultanan Demak.

Berdirinya Kerajaan Pajang

Nama Pajang telah disebutkan dalam Kitab Negarakertagama yang ditulis pada 1365 sebagai bagian dari tanah kekuasaan Majapahit.

Penguasa Pajang adalah adik Hayam Wuruk (raja Majapahit saat itu), Dyah Nertaja, yang bergelar Bharata I Pajang atau disingkat Bhre Pajang.

Dyah Nertaja adalah ibu dari Wikramawardhana (raja Majapahit selanjutnya).

Babad Banten menyebutkan bahwa Pengging di Boyolali sebagai kerajaan kuno yang dipimpin oleh Anglingdriya merupakan cikal bakal Kerajaan Pajang.

Ketika Brawijaya menjadi raja Majapahit, putrinya yang bernama Retno Ayu Pambayun diculik oleh Menak Daliputih, raja Blambangan.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.