Kabinet Dwikora I, II, dan III: Susunan, Kebijakan, Kejatuhan

Kompas.com - 20/04/2021, 15:21 WIB
Presiden Soekarno melantik Kabinet Dwikora yang disempurnakan (kabinet 100 menteri) Perpustakaan Nasional; Yayasan IdayuPresiden Soekarno melantik Kabinet Dwikora yang disempurnakan (kabinet 100 menteri)

KOMPAS.com - Kabinet Dwikora adalah kabinet yang bertugas sejak tahun 1964 sampai 1966.

Pada masa ini, Kabinet Dwikora masih dipimpin Soekarno yang menjabat presiden sekaligus perdana menteri.

Kabinet Dwikora terbagi menjadi tiga, yaitu Kabinet Dwikora I, Kabinet Dwikora II, Kabinet III.

Kabinet ini dikenal dengan nama Kabinet 100 Menteri karena jumlah menterinya yang mencapai ratusan.

Baca juga: Kondisi Politik pada Masa Demokrasi Liberal

Kabinet Dwikora I 

Kabinet Dwikora I dibentuk pada 27 Agustus 1964 dan bertugas sampai 22 Februari 1966. 

Presiden yang memimpin pada kabinet ini adalah Presiden Soekarno. 

Susunan 

  1. Menteri Koordinator Pelaksana Ekonomi Terpimpin : Adam Malik
  2. Menteri Urusan Perencanaan Pembangunan Nasional : Dr. Suharto
  3. Menteri/Ketua Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan : Sri Sultan Hamengkubuwono IX
  4. Menteri Koordinator Kompartimen Luar Negeri, Hubungan Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri : Dr. Subandrio
  5. Menteri Koordinator Kompartimen Hukum dan Dalam Negeri : Dr. Wirjono Prodjodikoro, S.H.
  6. Menteri Koordinator Kompartimen Pertahanan Keamanan/Kepala Staf Angkatan Bersenjata : Jenderal TNI Abdul Haris Nasution
  7. Menteri Koordinator Kompartimen Keuangan : Sumarno, S.H.
  8. Menteri Koordinator Kompartimen Pembangunan : Dr. Chaerul Saleh
  9. Menteri Koordinator Kompartimen Pertanian dan Agraria : Sadjarwo, S.H.
  10. Menteri Koordinator Kompartimen Pekerjaan Umum dan Tenaga : Mayor Jenderal TNI Suprayogi
  11. Menteri Koordinator Kompartimen Perindustrian Rakyat : Mayor Jenderal TNI Dr. Azis Saleh
  12. Menteri Koordinator Kompartimen Distribusi : Dr. J. Leimena
  13. Menteri Koordinator Kompartimen Maritim : Mayor Jenderal (KKO) Ali Sadikin
  14. Menteri Koordinator Kompartimen Kesejahteraan : H. Muljadi Djojomartono
  15. Menteri Koordinator Kompartimen Urusan Agama : Prof. K.H. Saifuddin Zuchri
  16. Menteri Koordinator Kompartimen Pendidikan/Kebudayaan : Prof. Dr. Prijono
  17. Menteri Koordinator Kompartimen Perhubungan dengan Rakyat : Dr. Roeslan Abdulgani
  18. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara : Dr. Chaerul Saleh
  19. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong : Arudji Kartawinata
  20. Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara : 1. Ali Sastroamidjojo 2. Dr. K.H. Idham Chalid 3. D.N. Aidit 4. Mayor Jenderal TNI Wilujo Puspojudo
  21. Menteri/Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta : Mayor Jenderal TNI Dr. Soemarno Sosroatmodjo
  22. Menteri Negara diperbantukan pada Presidium : 1. Oei Tjoe Tat 2. Njoto 3. Arifin Harahap, S.H. 4. Brigadir Jenderal TNI Drs. Ahmad Sukendro 5. Komisaris Besar (Pol) Drs. Boegie Soepeno 6. Mayor Jenderal TNI Dr. Ibnu Sutowo 7. H. Amunuddin Aziz
  23. Menteri Luar Negeri dan Hubungan Ekonomi Luar Negeri : Dr. Subandrio
  24. Menteri Dalam Negeri : Mayor Jenderal TNI Dr. Soemarno Sosroatmodjo
  25. Menteri Kehakiman : Astrawinata, S.H.
  26. Menteri/Ketua Mahkamah Agung : Dr. Wirjono Prodjodikoro, S.H.
  27. Menteri/Jaksa Agung : Brigadir Jenderal TNI A. Sutardhio
  28. Menteri/Panglima Angkatan Darat : Letnan Jenderal TNI Achmad Yani
  29. Menteri/Panglima Angkatan Laut : Laksamana Madya (Laut) R.E. Martadinata
  30. Menteri/Panglima Angkatan Udara : Laksamana Madya (Udara) Oemar Dhani
  31. Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian : Inspektur Jenderal (Polisi) Sutjipto Judodihardjo
  32. Menteri Urusan Bank Sentral : Jusuf Muda Dalam
  33. Menteri Urusan Anggaran Negara : Drs. Surjadi
  34. Menteri Iuran Negara : Brigadir Jenderal (Pol) Drs. Hoegeng Imam Santoso
  35. Menteri Urusan Perasuransian : Sutjipto S. Amidharmo
  36. Menteri Urusan Penertiban Bank dan Modal Swasta : J.D. Massie
  37. Menteri Perburuhan : Sutomo
  38. Menteri Urusan Research Nasional : Prof. Dr. Sudjono Djuned Pusponegoro
  39. Menteri Urusan Minyak dan Gas Bumi : Dr. Chaerul Saleh
  40. Menteri Pertambangan : Armunanto
  41. Menteri Perindustrian Dasar : Hadi Thajeb
  42. Menteri Urusan Veteran dan Demobilisasi : Mayor Jenderal TNI Sarbini
  43. Menteri Pertanian : Sadjarwo, S.H.
  44. Menteri Perkebunan : Drs. Frans Seda
  45. Menteri Kehutanan : Sudjarwo
  46. Menteri Agraria : R. Hermanses, S.H.
  47. Menteri Pembangunan Masyarakat Desa : Ipik Gandamana
  48. Menteri Pengairan Rakyat : Ir. Surachman
  49. Menteri Listrik dan Ketenagaan : Ir. Setiadi Reksoprodjo
  50. Menteri Pengairan Dasar : Ir. P.C. Harjasudirdja
  51. Menteri Binamarga : Brigadir Jenderal TNI Hartawan Wirjodiprodjo
  52. Menteri Ciptakarya dan Konstruksi : David Gee Cheng
  53. Menteri Jalan Raya Sumatera : Ir. Bratanata
  54. Menteri Negara diperbantukan pada Menteri Koordinator Kompartimen Pekerjaan Umum dan Tenaga untuk Urusan Penilaian Konstruksi : Ir. Sutami
  55. Menteri Perindustrian Tekstil : Brigadir Jenderal TNI D. Ashari
  56. Menteri Perindustrian Ringan : Brigadir Jenderal TNI Muhammad Jusuf
  57. Menteri Perindustrian Kerajinan : Mayor Jenderal TNI Dr. Azis Saleh
  58. Menteri Negara diperbantukan pada Menteri Koordinator Kompartimen Perindustrian Rakyat untuk Berdikari : T.D. Pardede
  59. Menteri Perdagangan Dalam Negeri : Brigadir Jenderal TNI Achmad Jusuf60. Menteri Perhubungan Darat, Pos, Telekomunikasi dan Pariwisata : Letnan Jenderal TNI Hidayat
  60. Menteri Perhubungan Udara : Partono
  61. Menteri Transmigrasi dan Koperasi : Drs. Achadi
  62. Menteri Perhubungan Laut : Mayor Jenderal (KKO) Ali Sadikin
  63. Menteri Perikanan dan Pengolahan Laut : Laksamana Muda (Laut) Hamzah Atmohandojo
  64. Menteri Perindustrian Maritim : Mardanus
  65. Menteri Sosial : Ny. Ruslah Sardjono, S.H.
  66. Menteri Kesehatan : Mayor Jenderal TNI Prof. Dr. Satrio
  67. Menteri Agama : Prof. K.H. Saifuddin Zuchri
  68. Menteri Urusan Haji : Prof. K.H. Farid Ma’ruf
  69. Menteri Urusan Hubungan Pemerintah dengan Alim Ulama : K.H. Moh. Iljas
  70. Menteri Negara diperbantukan pada Menteri Koordinator Kompartimen Agama : K.H. Fattah Jasin
  71. Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan : Ny. Artati Marzuki Sudirdjo
  72. Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan : Brigadir Jenderal TNI Dr. Syarif Thayeb
  73. Menteri Olah Raga : Maladi
  74. Menteri Penerangan : Mayor Jenderal TNI Achmadi
  75. Menteri Penghubung Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara, Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong, Dewan Pertimbangan Agung, dan Front Nasional : Dr. W.J. Rumambi
  76. Menteri/Sekretaris Jenderal Front Nasional : Sudibjo
  77. Menteri Negara Penasehat Presiden Urusan Funds dan Forces : Notohamiprodjo
  78. Menteri Negara diperbantukan pada Presiden : Prof. Iwa Kusuma Sumantri, S.H.
  79. Menteri Negara Penasehat Militer Presiden : Laksamana (Udara) Suryadi Suryadarma
  80. Menteri Negara Penasehat Presiden Urusan Keamanan Dalam Negeri : Jenderal (Pol) Sukarno Djojonegoro
  81. Menteri Negara Penasehat Presiden untuk Urusan Kepolisian : Komisaris Jenderal (Pol) Sunarto
  82. Menteri Negara diperbantukan Presiden/Panglima Angkatan Bersenjata : Laksamana Muda (Udara) H. Sri Mulyono Herlambang
  83. Menteri/Ketua Lembaga Pertahanan Nasional : Mayor Jenderal TNI Wilujo Puspojudo
  84. Sekretaris Negara : Moch. Ichsan, S.h.
  85. Sekretaris Presidium Kabinet : Abdul Waha Surjoadiningrat, S.H.
  86. Wakil Ketua II Dewan Pertimbangan Agung : Prof. Sujono Hadiwinoto, S.H.
  87. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong : 1. I.G.G. Subamia 2. M.H. Lukman 3. Laksamana Muda (Laut) Mursalin Daeng Mamangung 4. H.A. Sjaichu
  88. Pemeriksa Keuangan Agung Muda/Anggota Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan : 1. Sukardan, S.H. 2. Drs. Radius Prawiro 3. Mochtar Usaman, S.H.
  89. Direktur Jenderal Tenaga Atom Nasional : Prof. Dr. G.A. Siwabessy

Program Kerja 

  1. Sandang Pangan
  2. Pengganyangan "Malaysia"
  3. Melanjutkan Pembangunan

Kabinet Dwikora II

Kabinet Dwikora juga disebut sebagai Kabinet Seratus Menteri yang bertugas sejak 21 Februari 1966 sampai 27 Maret 1966. 

Kabinet ini dibentuk oleh Soekarno di tengah hiruk pikuk pasca Gerakan 30 September 1965 dengan memiliki 132 pejabat menteri dan pembantu presiden setingkat menteri. 

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X