Kabinet Ali Sastroamijoyo II (Ali-Roem-Idham)

Kompas.com - 19/04/2021, 17:51 WIB
Ali Sastroamijoyo WikipediaAli Sastroamijoyo

KOMPAS.com - Kabinet Ali Sastroamijoyo II sering juga disebut sebagai Kabinet Ali-Roem-Idham

Disebutnya sebagai Kabinet Ali-Roem-Idham, karena kabinet ini dipimpin oleh Ali Sastroamijoyo didampingi dengan Mohammad Roem dan Idham Chalid sebagai wakil. 

Kabinet ini bertugas pada periode 24 Maret 1956 sampai 14 Maret 1957. 

Baca juga: Kondisi Politik pada Masa Demokrasi Liberal 

Penetapan

Terbentuknya Kabinet Ali Sastroamijoyo II atau Ali-Roem-Idham ini berhubungan dengan terselenggaranya pemilu 1955. 

Pemilu 1955 berfungsi untuk memilih anggota DPR dari berbagai partai politik yang berkembang pada masa itu. 

Berdasarkan dari hasilnya, pemilu 1955 dimenangkan oleh empat partai, yaitu PNI, Masyumi, NU, dan PKI. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena PNI yang diketuai oleh Ali Sastroamijoyo menjadi partai dengan suara terbanyak, maka beliau kembali dipercayai untuk menjabat sebagai Perdana Menteri dan memimpin kabinet. 

Selama menjabat sejak 24 Maret 1956 sampai 14 Maret 1957, kepemimpinan Ali didampingi juga oleh Mohammad Roem dan Idham Chalid, sehingga kabinet ini juga disebut sebagai Kabinet Ali-Roem-Idham. 

Mohammad Roem adalah seorang diplomat dan menjabat sebagai wakil perdana menteri, menteri luar negeri, dan Mendagri selama kepemimpinan Presiden Soekarno. 

Ia juga menjadi pemimpin dari terbentuknya Perjanjian Roem-Roijen yang ditandatangani pada 7 Mei 1949. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X