Masjid-masjid Peninggalan Kerajaan Islam dan Ciri-cirinya

Kompas.com - 19/04/2021, 16:23 WIB
Bagian depan Masjid Agung Surakarta KOMPAS.com/NUR ROHMI AIDABagian depan Masjid Agung Surakarta

5. Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten merupakan peninggalan Kerajaan Banten yang dibangun oleh Sultan Maulana Yusuf pada 1566 Masehi.

Meski keadaannya tidak seperti pada saat didirikan, namun kondisinya tetap terpelihara dengan baik.

Di depan masjid terdapat menara setinggi 30 meter yang dibangun 66 tahun setelah masjidnya berdiri.

Selain itu, di pekarangannya terdapat makam Sultan Maulana Yusuf.

Di dekat makam tersebut terdapat Al-Qur'an yang ditulis tangan semasa Sultan Maulana Yusuf.

Baca juga: Masuknya Hindu-Buddha ke Nusantara

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

6. Masjid Kotagede

Kerajaan Mataram Islam mempunyai peninggalan di dua kota, yakni di Yogyakarta dan Surakarta.

Peninggalan berupa masjid yang ada di Yogyakarta pun ada beberapa, salah satunya adalah Masjid Kotagede.

Tidak diketahui secara pasti waktu pembangunannya, tetapi masjid ini diperkirakan sudah ada sejak berdirinya Kerajaan Mataram, di bawah pemerintahan Kiai Ageng Mataram.

Masjid ini konon katanya memiliki "beduk ajaib", yang dibuat oleh rakyat secara bergotong-royong, namun tidak bisa dipindahkan meski tenaga yang mengangkat bertambah banyak.

Suatu ketika, datanglah perempuan misterius yang secara ajaib mampu mengangkat beduk tersebut ke dalam masjid seorang diri.

Setelah meninggal, perempuan misterius tersebut dimakamkan di sebelah Masjid Mataram.

7. Masjid Agung Surakarta

Masjid ini adalah salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Islam di Surakarta.

Masjid Agung dibangun oleh Sunan Pakubuwono III pada 1763 dan selesai pada 1768.

Selain digunakan sebagai tempat ibadah, masjid ini juga difungsikan untuk mendukung keperluan kerajaan yang terkait dengan keagamaan, seperti Grebeg dan festival Sekaten.

 

Referensi:

  • Zein, Abdul Baqir. (1999). Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia. Jakarta: Gema Insani Press.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X