Masjid-masjid Peninggalan Kerajaan Islam dan Ciri-cirinya

Kompas.com - 19/04/2021, 16:23 WIB
Masjid Agung Sang Cipta Rasa atau lebih dikenal sebagai Masjid Agung Cirebon. Gerbang utamanya terbuat dari susunan bata merah yang rapat dan tinggi. KOMPAS.COM/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAMasjid Agung Sang Cipta Rasa atau lebih dikenal sebagai Masjid Agung Cirebon. Gerbang utamanya terbuat dari susunan bata merah yang rapat dan tinggi.

Masjid Peninggalan Kerajaan Islam

1. Masjid Raya Baiturrahman

Beberapa tulisan tentang sejarah pembangunannya menyebut bahwa Masjid Raya Baiturrahman dibangun semasa Kerajaan Aceh diperintah oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636).

Pada masa penjajahan, masjid ini juga digunakan sebagai markas pertahanan terhadap serangan musuh.

Fungsi tersebut sangat terasa semasa Kerajaan Aceh dipimpin oleh Sultan Alaidin Mahmud Syah (1870-1874).

Di masjid ini sering pula diadakan musyawarah besar untuk membicarakan strategi penyerangan dan kemungkinan serangan Belanda terhadap Kerajaan Aceh Darussalam.

Karena posisinya yang sangat strategis, Masjid Raya Baiturrahman bahkan sempat dua kali dibakar Belanda.

Baca juga: Wilayah Kekuasaan Kerajaan Sriwijaya

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang dibangun oleh Raden Patah, raja pertama dari Kesultanan Demak pada abad ke-15 Masehi.

Masjid yang dipercaya pernah menjadi tempat berkumpulnya Walisongo ini terletak di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Di dalam kompleks bangunannya terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak, termasuk makam Raden Patah dan para abdinya.

3. Masjid Sang Cipta Rasa

Masjid Sang Cipta Rasa juga dikenal sebagai Masjid Sunan Gunung Jati, lantaran letaknya di sekitar kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati di Desa Astana Gunung Jati, Kecamatan Cirebon Utara, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Masjid peninggalan Kerajaan Cirebon ini dibangun pada 1480 atas prakarsa Nyi Ratu Pakungwati dengan dibantu oleh Walisongo dan beberapa tenaga ahli yang dikirim oleh Raden Patah.

Bila dilihat dari kubahnya, masjid ini bentuknya hampir sama dengan peninggalan kerajaan Islam lainnya.

Akan tetapi, di dalamnya begitu unik karena dijumpai arsitektur bercorak Tiongkok.

Seluruh dinding masjid dihiasi porselen buatan Tiongkok berbentuk piring warna merah dan biru yang dibuat pada Dinasti Ming.

Hal ini karena istri ketiga Sunan Gunung Jati adalah putri dari seorang Kaisar Tiongkok bernama Ong Tien yang kemudian berganti nama menjadi Nyi Ratu Rara Sumanding.

Baca juga: Masuknya Islam ke Nusantara

4. Masjid Sultan Ternate

Masjid Sultan Ternate diduga telah dirintis sejak masa Sultan Zainal Abidin.

Namun ada juga yang beranggapan bahwa pembangunannya baru dilakukan pada awal abad ke-17, saat Sultan Saidi Barakati berkuasanya.

Peninggalan Kerajaan Ternate ini menjadi bukti keberadaan Kesultanan Islam pertama di kawasan timur nusantara.

Masjid Sultan Ternate terletak di dekat Kedaton Sultan Ternate.

Posisinya itu berkaitan dengan peran penting masjid dalam kehidupan beragama di Kesultanan Ternate.

Tradisi atau ritual-ritual keagamaan yang diselenggarakan kesultanan selalu berpusat di masjid ini.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X