Reunifikasi Jerman: Latar Belakang, Kronologi, dan Dampaknya

Kompas.com - 19/04/2021, 15:04 WIB
Euforia rakyat Jerman saat peresmian reunifikasi Jerman pada 3 Oktober 1990. Wikimedia CommonsEuforia rakyat Jerman saat peresmian reunifikasi Jerman pada 3 Oktober 1990.

KOMPAS.com - Reunifikasi Jerman atau penyatuan kembali Jerman adalah peristiwa penyatuan Republik Demokratis Jerman (Jerman Timur) dengan Republik Federal Jerman (Jerman Barat) untuk membentuk satu bangsa Jerman kembali.

Peristiwa bersejarah ini berlangsung pada 3 Oktober 1990.

Setelah lebih dari 45 tahun terpisah secara administratif maupun ideologis, Jerman akhirnya lahir kembali menjadi satu bangsa.

Penyatuan kembali Jerman pun dirayakan secara meriah dengan lebih dari satu juta orang turun ke jalan.

Latar belakang reunifikasi Jerman

Kekalahan Jerman saat Perang Dunia II mengakibatkan negara ini terbagi menjadi empat zona pendudukan di bawah kekuasaan Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Uni Soviet.

Pembagian tersebut diatur dalam Perjanjian Postdam yang disepakati pada 2 Agustus 1945.

Antara 1947 dan 1949, tiga zona Barat yang masing-masing diduduki oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis digabungkan, membentuk Republik Federal Jerman (Jerman Barat).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara Jerman Timur yang diduduki oleh Uni Soviet menjadi Republik Demokratik Jerman.

Baca juga: Faktor Penjelajahan Samudra Bangsa Eropa

Perpecahan semakin terasa saat dilakukan pembatasan wilayah dengan membangun Tembok Berlin pada 1961.

Hingga pada 1980-an, kekuatan politik dan ekonomi Uni Soviet mulai melemah. Sejalan dengan itu, intervensi mereka atas politik Blok Timur terus berkurang.

Situasi semakin memburuk saat kebijakan Glasnost (keterbukaan politik) dan Perestroika (restrukturisasi ekonomi) yang diterapkan oleh Sekretaris Jenderal Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, mengalami kegagalan.

Hal itu kemudian mendorong rakyat Jerman Timur untuk melakukan pemberontakan dan revolusi demi lepas dari Uni Soviet.

Kronologi reunifikasi Jerman

Pada 1989, terjadi demonstrasi besar-besaran oleh masyarakat Jerman Timur dan peruntuhan Tembok Berlin.

Hancurnya tembok pembatas yang oleh Churchill disebut sebagai "Tirai Besi" ini menjadi tanda runtuhnya rezim komunis di Jerman Timur.

Baca juga: Zaman Renaissance di Eropa: Perkembangan dan Tokohnya

Meski perbatasan masih dijaga ketat, ribuan orang Jerman Timur mulai berani melarikan diri ke Jerman Barat.

Peristiwa tersebut mendorong diadakan pemilihan umum bebas pertama di Jerman Timur pada 18 Maret 1990.

Wakil rakyat terpilih kemudian diberi mandat untuk berunding dengan Jerman Barat membahas tentang pernyatuan kembali.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X