Masuknya Hindu-Buddha ke Nusantara

Kompas.com - 15/04/2021, 17:24 WIB
Pintu gerbang candi Hindu di Bali, Pura Taman Saraswati. Wikimedia Commons/ArabsalamPintu gerbang candi Hindu di Bali, Pura Taman Saraswati.

Kendati demikian, teori Waisya juga memiliki kelemahan, di antaranya:

  • Kaum waisya tidak menguasai bahasa Sanskerta dan aksara Pallawa.
  • Sebagian besar kerajaan Hindu-Buddha terletak di pedalaman, bukan di daerah pesisir yang dekat dengan jalur pelayaran.
  • Motif golongan waisya hanya berdagang, bukan menyebarkan agama.
  • Meskipun ada perkampungan pedagang India, kedudukan mereka tidak berbeda dari rakyat biasa.

Baca juga: Jejak Arsitektur Peradaban Hindu-Buddha di Nusantara

3. Teori Brahmana

Teori Brahmana dicetuskan oleh J.C. van Leur, yang berpendapat bahwa agama Hindu dibawa oleh kaum brahmana yang berhak memelajari dan mengerti isi kitab suci Weda.

Kedatangan mereka diduga atas undangan para penguasa lokal yang tertarik dengan agama Hindu.

Sebelum kembali ke India, kaum brahmana tidak jarang meninggalkan kitab Weda sebagai hadiah bagi raja di nusantara.

Teori Brahmana juga mempunyai kelemahan, yaitu:

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Raja-raja di Indonesia tidak mungkin dapat mengerti isi kitab Weda tanpa dibimbing oleh kaum brahmana.
  • Menurut ajaran Hindu Kuno, seorang brahmana dilarang menyeberangi lautan, apalagi meninggalkan tanah airnya.

Baca juga: Jejak Agama Peradaban Hindu-Buddha di Nusantara

4. Teori Sudra

Teori ini percaya bahwa masuknya agama Hindu-Buddha ke Indonesia dibawa oleh orang-orang India berkasta sudra.

Hanya sediki yang setuju dengan teori ini, salah satunya adalah Von van Feber, yang mempunyai alasan sebagai berikut.

  • Golongan berkasta sudra (pekerja kasar) dari India menginginkan kehidupan lebih baik dengan pergi ke daerah lain, salah satunya Indonesia.
  • Golongan berkasta sudra keluar dari India, termasuk Indonesia, karena ingin mendapatkan kedudukan dan lebih dihargai.

Teori ini menimbulkan kontroversi karena kaum sudra terdiri dari kelompok dengan derajat terendah sehingga dianggap tidak layak menyebarkan agama Hindu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X