Kabinet RIS: Penetapan, Susunan, Sistem Pemerintahan, dan Kebijakan

Kompas.com - 08/04/2021, 17:57 WIB
Kabinet RIS WikipediaKabinet RIS

KOMPAS.com - Kabinet Republik Indonesia Serikat (RIS) terbentuk berkat hasil dari perundingan Konferensi Meja Bundar pada 23 Agustus 1949 - 2 November 1949. 

Kabinet ini dipimpin oleh Mohammad Hatta dan bertugas dari tanggal 20 Desember 1949 sampai 6 September 1950. 

Baca juga: Kabinet Pemerintahan Indonesia dari Masa ke Masa

Penetapan 

Terbentuknya Kabinet RIS melekat dengan peristiwa perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag pada 23 Agustus 1949. 

Perundingan tersebut berlangsung sampai 2 November 1949 dan menghasilkan kesepakatan terbentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS) yang sudah diratifikasi oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). 

Sebagai bentuk realisasi dari hasil KMB, pada 15 Desember 1949 dilakukan pemilihan presiden RIS dan Soekarno terpilih. 

Setelah itu, Presiden Soekarno kemudian membentuk Kabinet RIS pertama pada 20 Desember 1949 di bawah pimpinan Moh. Hatta selaku Perdana Menteri. 

Akhirnya pada tanggal 23 Desember 1949 Moh. Hatta berangkat ke Netherland guna mendelegasikan akta "penyerahan" kedaulatan dari Pemerintah Belanda. 

Tepat pada tanggal 27 Desember 1949, di Indonesia, Belanda melakukan upacara penandatanganan naskah penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Belanda kepada RIS. 

Baca juga: Perjanjian Diplomatik Indonesia dalam Mempertahankan Kemerdekaan

Susunan 

Terbentuknya Kabinet RIS melahirkan anggota kabinet baru, yaitu:

  1. Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri: Drs. Mohammad Hatta
  2. Menteri Dalam Negeri: Ide Anak Agung Gde Agung 
  3. Menteri Pertahanan: Sri Sultan Hamengkubuwono IX
  4. Menteri Kehakiman: Supomo
  5. Menteri Penerangan: Arnold Mononutu
  6. Menteri Keuangan: Sjafruddin Prawiranegara
  7. Menteri Kemakmuran: Djuanda
  8. Menteri Perhubungan, Tenaga, dan Pekerjaan Umum: H. Laoh
  9. Menteri Perburuhan: Wilopo
  10. Menteri Sosial: Mohammad Kosasih Purwanegara
  11. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Abu Hanifah
  12. Menteri Kesehatan: J. Leimena
  13. Menteri Agama: Wahid Hasjim
  14. Menteri Negara: Hamid II (berhenti 5 April 1950)
  15. Menteri Negara: Mohammad Roem (berhenti 19 Januari 1950)
  16. Menteri Negara: Suparno

Baca juga: Perang Saudara yang Berkaitan dengan Perang Dingin

Sistem Pemerintahan 

Selama berlakunya Kabinet RIS 1949 - 1950, Pemerintah Indonesia menetapkan untuk memberlakukan sistem parlementer.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X