Kabinet Sjahrir I: Susunan, Kebijakan, dan Pergantian

Kompas.com - 05/04/2021, 17:25 WIB
Soetan Sjahrir Institusi WikipediaSoetan Sjahrir

KOMPAS.com - Kabinet Sjahrir I adalah kabinet yang dibentuk pada masa perjuangan kemerdekaan. Kabinet ini berjalan dari tanggal 14 November 1945 - 12 Maret 1946 di bawah kepemimpinan kepala pemerintahan Soetan Sjahrir atau Sutan Syahrir

Pada masa kabinet ini, seluruh para menteri yang bertugas di dalamnya diangkat dari partai politik. Terdapat sebanyak 14 jabatan menteri yang bergerak pada masa Kabinet Sjahrir I.

Penetapan

Pada tanggal 3 November 1945, terbit Maklumat Wakil Presiden No. X dan Maklumat Pemerintah mengenai pergantian sistem pemerintahan dari Presidensial menjadi Parlementer.

Hal ini lantas menyebabkan para menteri tidak lagi bertanggung jawab kepada presiden, melainkan kepada Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).

Berdasarkan dari usulan badan pekerja KNIP, pemerintah memberi kesempatan untuk melakukan pendirian partai-partai politik. Kemudian Syahrir, sebagai ketua badan KNIP, mengajukan maklumat KNIP No. 5 pada tanggal 11 November 1945.

Isi dari maklumat tersebut adalah pembentukan kabinet dengan susunan menteri yang bekerja kolektif yang dipimpin oleh Perdana Menteri. Selanjutnya pada 14 November 1945 terbentuklah Kabinet Sjahrir I yang dipimpin oleh Soetan Sjahrir sebagai Perdana Menteri.

 Susunan 

  • Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Dalam Negeri: Soetan Sjahrir (Partai Sosialis Indonesia [PSI])
  • Wakil Menteri Dalam Negeri: Mr. Harmani. 
  • Menteri Keamanan Rakyat: Amir Sjarifuddin (PSI)
  • Wakil Menteri Keamanan Rakyat: Abdul Moerad (PSI) sampai dengan Januari 1946, dilanjutkan Soegiono Josodiningrat
  • Menteri Kehakiman: Mr. Soewandi. 
  • Menteri Penerangan: Amir Sjarifuddin sampai dengan 3 Januari 1946, dilanjutkan Mohammad Natsir (Partai Majeis Syuro Muslimin Indonesia [Masyumi])
  • Menteri Keuangan: Soenarjo Kolopaking sampai dengan 5 Desember 1945, dilanjutkan Ir. Soerachman Tjokroadisoerjo
  • Menteri Kemakmuran: Ir. Darmawan Mangoenkoesoemo
  • Menteri Perhubungan: Ir. Abodelkarim
  • Menteri Pekerjaan Umum: Ir. Putuhena (Partai Kristen Indonesia [Parkindo])
  • Menteri Sosial: Dr. Adji Darmo Tjokronegoro (PSI) sampai dengan 5 Desember 1945, dilanjutkan Dr. Sudarsono
  • Menteri Pengajaran: Dr. Mr. T.S.G. Mulia (Parkindo)
  • Menteri Kesehatan: Dr. Darma Setiawan
  • Menteri Negara: H. Rasjidi (Masyumi)

Baca juga: Daftar Kabinet di Indonesia (1945-Sekarang)

Kebijakan 

Kebijakan yang dijalankan pada Kabinet Sjahrir I diumumkan pada tanggal 17 November 1945. Adapun isi dari kebijakan tersebut, yaitu: 

  • Menyempurnakan susunan pemerintahan daerah berdasarkan kedaulatan rakyat. 
  • Mencapai koordinasi segala tenaga rakyat di dalam usaha menegakkan Negara Rakyat Indonesia serta pembangunan masyarakat yang berdasarkan keadilan dan perikemanusiaan.
  • Berusaha untuk memperbaiki kemakmuran rakyat di antaranya dengan jalan pembagian makanan. 
  • Berusaha mempercepat keberesan tentang hal Oeang Republik Indonesia (ORI). 

Pergantian 

Kabinet Sjahrir I dijatuhkan oleh oposisi pemerintah saat itu, Persatuan Perjuangan (PP), lewat sidang KNIP di Solo.

Kabinet Sjahrir I tidak mendapatkan suara yang cukup tinggi dalam KNIP sehingga hal ini juga yang menjadi salah satu alasan Kabinet Sjahrir I dihentikan. 

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X