Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/10/2022, 15:45 WIB

KOMPAS.com - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) arahan Presiden RI Joko Widodo telah memberikan kesimpulan dan rekomendasi kepada PSSI terkait Tragedi Kanjuruhan.

Joko Widodo memaparkan kesimpulan tersebut setelah pertemuan dengan Kapolri, Kapolda, dan Kapolres se-Indonesia di Istana Negara, Jumat (14/10/2022) siang WIB. 

TGIPF yang dipimpin oleh Menko Polhukam RI Mahfud MD menilai ada delapan "dosa" PSSI usai terjadinya Tragedi Kanjuruhan.

Dalam daftar dosa-dosa tersebut, tak semuanya berkaitan dengan Tragedi Kanjuruhan. Akan tetapi, juga catatan buruk PSSI sebagai federasi sepak bola Indonesia.

Baca juga: Maksud PSSI soal Tragedi Kanjuruhan di Luar Kehendak

Berikut adalah delapan "dosa" PSSI dalam Tragedi Kanjuruhan:

  1. Tidak melakukan sosialisasi/pelatihan yang memadai tentang regulasi FIFA dan PSSI kepada penyelenggara pertandingan, baik kepada panitia pelaksana, aparat keamanan dan suporter;
  2. Tidak menyiapkan personel match commissioner yang memahami tentang tugas dan tanggung jawabnya, dan sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan, dalam mempersiapkan dan melaksanakan pertandingan sesuai dengan SOP yang berlaku;
  3. Tidak mempertimbangkan faktor resiko saat menyusun jadwal kolektif penyelenggaraan Liga 1;
  4. Adanya keengganan PSSI untuk bertanggung jawab terhadap berbagai insiden/musibah dalam penyelenggaraan pertandingan yang tercermin di dalam regulasi PSSI (regulasi keselamatan dan keamanan PSSI 2021) yang membebaskan diri dari tanggung jawab dalam pelaksanaan pertandingan;
  5. Kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Liga oleh PSSI;
  6. Adanya regulasi PSSI yang memiliki potensi conflict of interest di dalam struktur kepengurusan khususnya unsur pimpinan PSSI (Executive Committee) yang diperbolehkan berasal dari pengurus/pemilik klub;
  7. Masih adanya praktik-praktik yang tidak memperhatikan faktor kesejahteraan bagi para petugas di lapangan;
  8. Tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam pengendalian pertandingan sepak bola Liga Indonesia dan pembinaan klub sepak bola di Indonesia.

Baca juga: Ketum PSSI dan Shin Tae-yong, Pembelaan Exco hingga Tagar #STYOut

PSSI Tanggung Jawab?

Semua pihak mempertanyakan orang-orang yang bertanggung jawab di balik Tragedi Kanjuruhan.

Namun, yang saat ini dilihat hanyalah lempar tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat mulai dari federasi, operator, broadcaster, hingga kepolisian selaku keamanan.

PSSI secara regulasi menyerahkan semua tanggung jawab kepada panitia pelaksana (Panpel).

Kemudian, apa tanggung jawab nyata dari PSSI?

"Rekan-rekan sekalian, PSSI sangat bertanggung jawab. Pertanggung jawaban itu dalam bentuk apa? 1 hari atau begitu kejadian, pagi, Ketua Umum (Mochamad Iriawan) langsung terbang ke Malang. Ini kan salah sstu bentuk tanggung jawab," kata Exco PSSI, Sonhadji.

Baca juga: PSSI Temui FIFA-AFC: Komitmen Satgas Transformasi, hingga Timeline Agenda Selanjutnya

"Beliau selama 8 hari di Malang menghadapi ini, mengatur dan sebagainya, menurunkan tim investigasi segala macam, mendatangi rumah-rumah korban, kemudian yang lain-lain," ungkap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+