Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/08/2022, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Kekalahan dari Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (China) pada babak 16 besar BWF World Championship 2022, dijadikan motivasi bagi Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari agar bisa lebih baik lagi ke depannya.

Langkah Rinov Rivaldy dan Pitha Haningtyas Mentari harus terhenti di babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2022, usai kalah dari Wang Yi/Huang Dong.

Bertanding di Lapangan 4 Tokyo Metropolitan Gymnasium, Kamis (25/8/2022) siang WIB, Rinov/Pitha kalah dua gim langsung dari Wang Yi/Huang Dong dengan skor 16-21, 14-21 dalam waktu 38 menit.

Usai pertandingan, Rinov Rivaldy mengatakan bahwa kecepatan serangan ganda China membuat ia dan Pitha tertekan.

Baca juga: Hasil BWF World Championship: Rinov/Pitha Kembali Takluk dari Ganda China

"Sebenarnya, permainan kami cukup normal hari ini hanya memang harus bisa lebih menjaga pola permainannya. Bagaimana cara konsisten mendapat poin, konsisten dengan pace kita," kata Rinov dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com.

"Karena kalau melihat lawan, mereka tidak pernah hilang kecepatannya jadi bisa terus membuat kami tertekan," kata Rinov.

Sementara itu, Pitha Haningtyas Mentari, mengakui bahwa ia ikut pola permainan lawan.

"Buat saya sendiri, sebagai pemain depan terlalu ikut pola lawan. Kadang bisa ngambil dua sampai tiga poin tapi setelah itu lupa bagaimana cari poinnya lagi," tutur Pitha.

Meski langkah Rinov dan Pitha terhenti di babak 16 besar, kekalahan dari wakil China itu akan menjadi motivasi mereka untuk tampil lebih baik kedepannya.

"Ini Kejuaraan Dunia kedua kami dan hasilnya belum memuaskan tapi kami minimal bisa mendapat pengalaman," kata Rinov.

Baca juga: BWF World Championship 2022: Lolos Perempat Final, Fajar/Rian Mengaku Masih Punya PR

"Lawan Wang Yil Yu/Huang Dong Ping juga dulu poinnya jauh tapi hari ini bisa cukup melawan," ucap Rinov Rivaldy melanjutkan.

"Step by step, jadikan motivasi ke depannya harus lebih baik. Minggu depan di Japan Open kami harap bisa bertemu lagi dengan mereka, kami mau coba lagi," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+