Kompas.com - 17/08/2022, 08:40 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Pelatih Prawira Bandung David Singleton meminta maaf kepada tim Dewa United Surabaya, atas selebrasi yang berlebihan usai gim ketiga Playoff Indonesia Basketball League (IBL) 2022 selesai.

Selebrasi berlebihan dari Singleton berujung kerusuhan yang terjadi antar pemain dan merembet kepada suporter kedua tim yang hadir di Gor C-Tra Arena, Selasa (16/8/2022).

Seperti diberitakan sebelumnya, Prawira Bandung keluar sebagai pemenang dalam skor 69-65. Prawira berhak atas tiket semifinal IBL 2022 dan akan menantang Satria Muda Pertamina Jakarta.

Singleton mengakui selebrasinya usai pertandingan terlalu berlebihan. Dalam konferensi persnya ia mengaku tidak profesional dan tidak dewasa. Untuk itu ia meminta maaf kepada Dewa United.

Baca juga: Playoff IBL 2022, Prawira Bandung ke Semifinal Usai Tekuk Dewa United Surabaya

“Pertama saya minta maaf pada Dewa United atas perlakuan suporter, atas selebrasi yang kami lakukan, khususnya selebrasi yang saya lakukan,” ucap Singleton. 

“Itu tentu tidak profesional dan tidak dewasa, saya minta maaf pada mereka,” lanjut pelatih yang akrab disapa Dave ini.

Ia menaruh respek kepada pelatih Dewa United Maximiliano Enrique Seigorman juga para pemain yang dipimpin Kaleb Ramot dan kolega.

“Saya menghormati pelatih dan para pemain. Ini game yang sulit, pengalaman yang besar bagi kami, memiliki lawan seperti Dewa membuat ini jadi game yang sulit. Dan sekali lagi saya minta maaf,” urai Dave.

Pelatih Prawira Bandung David Singleton berlari ke tengah lapangan merayakan kemenangan begitu gim ketiga Playoff Indonesian Basketball League (IBL) 2022 Prawira Bandung vs Dewa United Surabaya selesai pada Selasa (16/8/2022) di Gor C-Tra Arena.KOMPAS.com/Adil Nursalam Pelatih Prawira Bandung David Singleton berlari ke tengah lapangan merayakan kemenangan begitu gim ketiga Playoff Indonesian Basketball League (IBL) 2022 Prawira Bandung vs Dewa United Surabaya selesai pada Selasa (16/8/2022) di Gor C-Tra Arena.

Dave mengakui jika dirinya cukup emosional bisa mengalahkan Dewa United. Pasalnya semasa ia masih melatih tim Bima Perkasa Jogja tahun lalu (2021), timnya dikalahkan tim yang sama ketika masih bernama Louvre Dewa United.

Banyak pengalaman yang dilalui melawan salah satu tim kuat di IBL 2022 macam Dewa United. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Laga Liga Champions Akan Dibuka Prosesi Mengheningkan Cipta untuk Tragedi Kanjuruhan

Laga Liga Champions Akan Dibuka Prosesi Mengheningkan Cipta untuk Tragedi Kanjuruhan

Liga Champions
Liga 1 2022-2023 Resmi Dihentikan, Ini Tanggapan Kiper Senior Persib

Liga 1 2022-2023 Resmi Dihentikan, Ini Tanggapan Kiper Senior Persib

Liga Indonesia
Sadio Mane: Bayern Tim Muda, Liverpool di Hati Selamanya...

Sadio Mane: Bayern Tim Muda, Liverpool di Hati Selamanya...

Bundesliga
Prediksi Line Up Inter Vs Barcelona, Tes Nerazzurri Tanpa Metronom

Prediksi Line Up Inter Vs Barcelona, Tes Nerazzurri Tanpa Metronom

Liga Champions
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions, Inter Milan Vs Barcelona

Jadwal Siaran Langsung Liga Champions, Inter Milan Vs Barcelona

Liga Champions
47 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Silenzio Stampa, Jalan Bisu Italia Menuju Juara

47 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Silenzio Stampa, Jalan Bisu Italia Menuju Juara

Sports
Inter Vs Barcelona, Nasib Inzaghi Ditentukan lewat Laga Ini?

Inter Vs Barcelona, Nasib Inzaghi Ditentukan lewat Laga Ini?

Liga Champions
PSSI Beberkan Alasan Pintu Stadion Kanjuruhan Tak Dibuka Seluruhnya

PSSI Beberkan Alasan Pintu Stadion Kanjuruhan Tak Dibuka Seluruhnya

Liga Indonesia
Kisah Pilu Aremania di Gate 14 Stadion Kanjuruhan...

Kisah Pilu Aremania di Gate 14 Stadion Kanjuruhan...

Liga Indonesia
Presiden Arema FC Sesalkan Ulah Akun yang Pelintir Berita di Tengah Duka

Presiden Arema FC Sesalkan Ulah Akun yang Pelintir Berita di Tengah Duka

Liga Indonesia
Erik Ten Hag Persilakan Cristiano Ronaldo Pergi pada Januari

Erik Ten Hag Persilakan Cristiano Ronaldo Pergi pada Januari

Internasional
Sepak Bola dan Limit Kemanusiaan

Sepak Bola dan Limit Kemanusiaan

Liga Indonesia
Ada Beda Persepsi Panpel dan Polisi soal Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan

Ada Beda Persepsi Panpel dan Polisi soal Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan

Liga Indonesia
Jadwal Liga Champions: Bayern Vs Viktoria Plzen, Ajax Vs Napoli

Jadwal Liga Champions: Bayern Vs Viktoria Plzen, Ajax Vs Napoli

Liga Champions
Tragedi Kanjuruhan Sudah Semestinya Diinvestigasi Lembaga Independen

Tragedi Kanjuruhan Sudah Semestinya Diinvestigasi Lembaga Independen

Liga Indonesia
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.