Kompas.com - 19/01/2022, 19:20 WIB
Senam Artistik putri Indonesia, Rifda Irfanaluthfi melakukan lompatan nomor senam lantai di Ninoy Aquino Memorial Stadium, Manila, Filipina, Senin (2/12/2019). Rifda Irfanaluthfi menyumbang medali perak untuk nomor all-round individual putri. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSenam Artistik putri Indonesia, Rifda Irfanaluthfi melakukan lompatan nomor senam lantai di Ninoy Aquino Memorial Stadium, Manila, Filipina, Senin (2/12/2019). Rifda Irfanaluthfi menyumbang medali perak untuk nomor all-round individual putri.

KOMPAS.com - Senam lantai atau floor exercise merupakan salah satu dari rumpun senam.

Mengutip dari buku Dr. Olahraga Menjelaskan Senam Lantai (2012) karya Fis Adriyani, senam lantai adalah cara gerakan dan bentuk latihannya di lantai sesuai dengan namanya.

Lantai yang dimaksud untuk latihan menggunakan matras.

Matras dalam senam lantai berfungsi sebagai alat bantu utama untuk mengurangi risiko terjadinya cedera.

Pasalnya, gerakan dalam senam lantai akan banyak bersentuhan dengan lantai semisal gerakan berguling, melompat, serta meloncat.

Baca juga: Unsur-unsur Gerakan Senam Lantai

Senam lantai biasanya dimainkan di dalam gedung khusus yang dibuat dan digunakan untuk senam.

Lantai yang digunakan dalam senam lantai berukuran 12 x 12 meter dalam ruangan berukuran 14 x 14 meter. Lantai yang digunakan dilapisi karpet kenyal setebal kira-kira 0,045 meter.

Akan tetapi, luas lantai yang digunakan dalam kejuaraan senam adalah 12 x 12 meter dengan sisi tambahan satu meter.

Adapun dalam perlombaan senam lantai, terdapat beberapa peraturan yang harus dipahami oleh pesenam.

Lalu, apa saja peraturan dalam senam lantai? Berikut adalah beberapa peraturan dasar perlombaan dalam senam lantai, seperti dikutip dari laman Skola KOMPAS.com.

Baca juga: Apakah Senam Lantai dapat Membentuk Tubuh yang Ideal?

  1. Durasi waktu untuk senam lantai kategori putri tidak boleh lebih dari 90 detik.
  2. Tidak menggunakan musik atau menyanyikan lagu akan membuat poin penilaian dikurangi satu poin.
  3. Jika melangkah keluar dengan salah satu kaki dari garis batas akan dikurangi 0,1 poin. Hal ini juga termasuk jika posisi salah satu tangan keluar dari garis batas.
  4. Jika kedua tangan atau kedua kaki keluar dari garis batas area, poinnya akan dikurangi 0,3 poin.
  5. Area kompetisi berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 12 meter x 12 meter.
  6. Dua juri harus mengawasi garis batas. Sedangkan tiga juri atau lebih, bertugas untuk menilai pesenam.
  7. Jika pesenam kehilangan keseimbangan, poinnya akan dikurangi 0,3.
  8. Pengurangan poin akan diberlakukan jika posisi tubuh pesenam kurang sesuai. Contohnya saat melakukan split, posisi kedua kaki tidak sejajar di tanah, akan mengakibatkan poin dikurangi 0,1.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Skola
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.