Visa Ditolak, Harapan Djokovic Pertahankan Gelar Australian Open Pupus

Kompas.com - 06/01/2022, 08:12 WIB
Novak Djokovic saat melawan Alexander Zverev pada semifinal tenis Olimpiade Tokyo 2020 di Ariake Tennis Park, Tokyo, Jumat (30/7/2021). AFP/VINCENZO PINTONovak Djokovic saat melawan Alexander Zverev pada semifinal tenis Olimpiade Tokyo 2020 di Ariake Tennis Park, Tokyo, Jumat (30/7/2021).

KOMPAS.com - Harapan Novak Djokovic mempertahankan gelar Australian Open pupus setelah visanya untuk masuk ke Australia ditolak. Akar dari permasalahan ini adalah status vaksinasi sang petenis.

Novak Djokovic, yang belum mengumumkan status vaksinasinya, terbang dari Serbia ke Australia pada Selasa (4/1/2022) setelah mendapatkan pengecualian vaksinasi Covid-19

Setibanya di Bandara Melbourne pada Rabu (5/1/2022) malam waktu setempat, Djokovic tertahan selama beberapa jam dan ditempatkan dalam ruang isolasi yang dijaga polisi. 

Melansir surat kabar Australia, The Age, Novak Djokovic lalu diperintahkan meninggalkan negara tersebut seusai Australian Border Force (ABF) gagal menunjukkan bukti yang tepat untuk masuk ke Australia. 

Baca juga: Djokovic Jaga Nama Besar The Big 3 Saat Nadal dan Federer Tenggelam

"ABF mengonfirmasi bahwa Djokovic gagal memberikan bukti yang sesuai untuk memenuhi persyaratan masuk ke Australia dan visanya dibatalkan," demikian pernyataan Australian Border Force (ABF).

"Non warga negara yang tidak memiliki visa masuk yang sah atau visanya dibatalkan akan ditahan serta dikeluarkan dari Australia," kata ABF.  

Secara garis besar, Djokovic perlu menunjukkan bukti bahwa ia tidak layak divaksinasi karena alasan medis untuk masuk ke Australia. 

Seorang sumber pemerintah federal menilai bahwa alasan pengecualian vaksin Djokovic diyakini karena ia pernah terpapar Covid-19 dalam enam bulan terakhir. 

Namun, sumber tersebut juga mengatakan bahwa tidak jelas apakah itu cukup menjadi bukti untuk Djokovic masuk ke Australia. 

Djokovic kemungkinan mengajukan visa yang tidak berlaku untuk orang yang mendapatkan pengecualian vaksin sehingga tak mendapat dukungan dari pemerintah negara bagian Victoria. 

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.